Knock Knock 


Weekend kemarin gw nonton film paling menyebalkan dan bikin stress selama gw nonton film. Never been that stressed really!
Pernah nonton film judulnya “Knock Knock”? Percayalah loe juga bakal stress! 😅😅 butuh mental yang kuat terutama perempuan buat nonton film gila ini.

Pemeran utamanya babang ganteng Keanu Reeves. Cerita tentang suami dengan image HOT, penyayang keluarga, punya istri hebat seorang seniman, keluarga super bahagia. Tapi karena kesalahan satu malam ngebuka pintu rumahnya buat 2 gadis stranger si suami merubah kehidupannya jadi neraka. Beneran kesel gw pas mulai masuk ke situ!😫😫😫😫😫

Scene stress muncul ketika si Evan Webber, nama Keanu Reeves dipelem itu mulai digoda kedua cewe itu. Awalnya doi kuat, bisa menghindari, tapi serangan ganas kedua wanita muda HOT ga bisa ditepis sebagai laki-laki. Image “familyman” impian hancur berkeping-keping. Dia sangka itu akan mudah dilupakan dan hanya untuk semalem dan sekali aja berbuat “salah” dengan menerima tawaran dari kedua gadis muda itu. Tapi ternyata mereka 2 gadis psikopat yang terus mengganggunya tanpa henti, dua gadis jahat yang menghancurkan kehidupan indahnya, rumahnya, image baiknya dalam itungan hari juga. Walau Evan memohon kedua gadis untuk pergi dari hidupnya, dia menyebut dia sebelumnya ayah yang baik, suami yang baik. Tapi kedua “gila” itu menganggap, dia sudah berbuat kesalahan dan image itu sudah lenyap, dia perlu diberi hukuman. Di sinilah adegan-adegan yang stress muncul terus. 

Diakhir film gw berpikir, jangan menukarkan kebahagiaan loe demi sebuah kesenangan sesaat. Gw pernah banget liat orang yang sama ngakunya sebagai “family man” akhirnya jatuh juga kepelukan wanita lain hanya untuk sesaat. Ga cuma satu atau dua, tapi banyak. Maklum saya kerja di dunia laki2. Laki-laki sekuat dan sebaik apapun, akan kalah kalo diserang secara intens. Gw ga heran juga topik valakor di socmed lagi heboh2nya. Percayalah, tidak ada yang mencintaimu lebih dari istri atau pacar yang mungkin kamu liat dia suka ngomel, tapi dia setia sama kamu. Jangan menukarkan kebahagian kamu dengan kesenangan sesaat. Saya juga selalu belajar banyak untuk itu. Haha..maaf random! 

Advertisements

Pertanyaan 

Sore itu angin sedikit bertiup kencang

Rintik hujan menyapa bumi perlahan

Aku berjalan melangkah pulang dengan sejuta pikiran yang berputar sejak pagi di kepalaku. 

Pertanyaan yang masih sama dengan 10  tahun ini tak henti-hentinya ada dibenak ini. Aku bingung kemana lagi aku harus mencari jawaban. 

Semakin kucari, aku semakin tidak mendapatkan  jawaban dari pertanyaan itu.

Kadang pertanyaan masih sama, pertanyaan yang membuat nafas ini tertarik agak panjang. Ah benar, mata juga sedikit berkaca-kaca.

Sebuah pertanyaan yang tak pernah hilang sampai saat ini aku duduk, bahkan menarik nafasku lebih panjang lagi. 

Sebuah pertanyaan..

“Dimana harus kutemukan sosok tulus sepertimu bapak?”

Andai aku Tak Terlihat Lagi

Jika aku tak bisa memelukmu lagi

Berdirilah di bawah matahari pagi

Rasakan hangatnya cahaya itu menyentuhmu

Itulah rasanya pelukanku untuk mu

Jika kamu tak bisa melihat lagi senyumku

Tataplah langit kala malam

Jika kau lihat satu bintang terang

Itulah aku yang sedang tersenyum kepadamu

Jika kau tidak lagi bisa mendengarkan aku

Diamlah dan nikmati suara angin, mungkin terdengar seperti suara rinduku kepadamu

Jika kau tak dapat lagi merasakan bagaimana cinta ini mengalir padamu

Berdirilah di bawah hujan, rasakan setiap derasnya air jatuh, seperti itulah cinta yang kucurahkan untukmu

Jika aku tak dapat hadir untukmu lagi rasakan matahari pagi, tataplah bintang, nikmati suara angin dan berdirilah di bawah hujan

Aku hadir untukmu dimana pun kamu memanggilku walau dalam sunyi 

Batangtoru, 29 Januari 2017

21.02

Gara-gara Ira Koesno

Ah gara-gara Ira Koesno saya susah tidur malam ini. Pikiran melayang kepada sosok bapak saya. Beliau sangat mengagumi Desi Ratnasari dan Ira Koesno waktu saya SD dulu. 

Kenangan di kala sore hari, ketika Liputan 6 disiarkan setiap jam 6 sore, setiap itu juga Bapak saya sudah duduk manis didepan TV lengkap dengan sarung andalannya. 

Beliau sangat menggagumi sosok wanita ini, cantik, pintar dan tegas. Beberapa kalo beliau berkomentar mengenai kekagumannya dengan sosok si anchor cantik ini.

Pak, kalau bapak bisa mendengar dan melihat dari surga. Aku hanya ingin bilang “Aku merindukanmu”. Belum kutemukan sosok sepertimu lagi. 

Ahhh semuanya gara-gara Ira Koesno!

Batangtoru, 13 Januari 2017

23.35WIB

Hei Angin! 

Hei angin..

Tiupkan padanya rindu ini

Biarkan kulitnya merasakan tiupan rindu ini bagai pelukan hangat dariku

Biarkan bibirnya merasakan kecupan lewat tiupan rindu yang kau sampaikan

Hei angin..

Sampaikan semua rasa ini untuknya

Biarlah hembusmu meniupkan semuanya

Tapi jangan kau bawa pergi rasa ini bersama tiupan kencangmu

Hanya lewat hembusan anginmu ingin kusampaikan rindu ini

Hei kamu, i miss you! 😘

Kesia-sian

Jangan suka lupa diri

Apalagi masalah hati

Mudah untuk mendapat pencinta

Mudah menarik perhatian seseorang

Mudah hanya untuk membuat orang jatuh cinta 

Mungkin karena kita pintar

Atau kamu punya senyum manis 

Bisa juga lirikan hangatmu 

Mudah menaklukan banyak hal

Tapi akan ada satu titik dimana semuanya tidak berarti

Ketika kita sadar ada hal berarti hilang dari kita

Hilangnya ketulusan seseorang mencintai kita

Tanpa harus kita taklukan

Kesungguhan seseorang menantimu 

Kesabaran seseorang menunggu emosimu reda 

Ketika hilang kamu baru sadar bahwa tak ada satu pun yang akan menggantikannya

Saat itu juga kamu hanya bisa memandangnya dari jauh

Meratapi kebodohan menyia-nyiakan seseorang dengan kesungguhan hati mencintaimu

Meratapi bahwa dia tidak pernah akan kembali

Dan tidak ada yang bisa menggantikan sosok dengan senyuman dan pelukan hangat

Bandung, 4 November 2016

18.30WIB

11 tahun lalu

Pertemuan singkat yang mengajarkan saya untuk menghargai seseorang, terlihat atau tidak terlihat olehnya, berusahalah menghargai keberadaan seseorang.

Walau kita tak pernah tahu bahwa ini akan sia-sia dilakukan atau tidak. Setidaknya berbuat baik tidak pernah membuat kita menyesal didepan. 

Mungkin terkadang kita terlambat menyadari arti seseorang ketika kita memilikinya. Tapi ketika mereka pergi dan menghilang, arti kehadirannya tak akan tergantikan. 

Cerita lalu kita memang terbilang singkat, tapi percayalah sampai detik ini saya belajar banyak dari kamu. Belajar untuk tidak menyia-nyiakan sesuatu yang saya miliki. Tidak ingin menyakiti lagi seseorang hanya karena hal bodoh. 

Terimakasih pernah ada dalam hidupku dan mengajarkan aku banyak half, sebenarnya ada satu yang ingin aku sampaikan saat pertemuan lalu “Maaf untuk semua kesalahanku dimasa lalu, maaf untuk menyia-nyikan semua kebaikanmu 11 tahun lalu” 

Bandung, 15 Agustus 2016

23.42 WIB

Rindu dalam Jarak


Jarak ini rindu.
Hamparan awan yang kupandang itu cinta.

Bumi yang kulihat itu kamu.
Besarnya rinduku tak terbatas oleh jarak.
Cinta putihku untukmu ini luas seperti hamparan awan.

Dan kamu itu bumi, tempat dimana aku berpijak.

——————————–

Ditulis dari 20,000ft langit Sumatera Utara.

4 Juli 2016

08.30WIB

Hadirnya lagi 

Aku duduk di pojok ruangan dan entah mengapa sekelibat sosok yang lama kukenal hadir begitu saja.

Raut wajah agak jutek, kernyitan dahi, senyum yang jarang terlihat. Iyah, tampang serius tampan yang pernah kukenal. Yang paling khas adalah suara berat yang pernah membuat aku jatuh cinta.

Aku mengamati dari ujung ruangan itu, ingin ku sapa, tapi aku meragu. Aku ragu kamu sudah tak mengenali aku lagi.

Iyah mungkin kamu tidak mengenali aku sebagai gadis keras kepala, yang pernah berdebat karena kita punya pendapat yang berbeda mengenai bagaimana seharusnya ekonomi Indonesia dikelola waktu kita mendapatkan tugas di kelas dulu.

Masih meragu menatapmu, menatap sosok yang walau kita dulu sering berbeda pendapat, tapi aku sangat mengagumi pengetahuanmu. Aahhh, aku tetap dengan pergolakan batin hanya untuk menyapamu..

Iyah, aku pernah kagum! Tapi jangan GR, sekarangpun aku masih kagum. Melihat sosokmu seakan mengembalikan kenangan dan rasa yang dulu pernah ada.

15 menit berlalu dan aku masih menatapmu, belum sanggup untuk menyapa. Haruskah aku sapa? Ah tidak usah pikirku. Aku masih gadis yang sama, gadis keras kepala dengan gengsi yang tinggi juga.

Dan hingga, kamu pergi menjauh dari ruangan itu. Aku masih belum sanggup untuk menyapa. Tapi aku senang bisa bertemu lagi, walau aku hanya bisa menatapmu sekejap.

Kadang cinta tak perlu diungkapkan, kagum tak perlu ditunjukkan. Belum saatnya kamu tahu. Mungkin lain kali aku lebih berani, walau hanya menyapamu, bukan untuk tahu rasa ini.

Cinta indah bisa terbalas, tapi cinta bisa tetap indah ketika hanya tersimpan dalam hati. Karena itu tetap jadi cinta tulus dan tak akan tersakiti oleh sikap tidak menyenangkan satu sama lain.