Hadirnya lagi 

Aku duduk di pojok ruangan dan entah mengapa sekelibat sosok yang lama kukenal hadir begitu saja.

Raut wajah agak jutek, kernyitan dahi, senyum yang jarang terlihat. Iyah, tampang serius tampan yang pernah kukenal. Yang paling khas adalah suara berat yang pernah membuat aku jatuh cinta.

Aku mengamati dari ujung ruangan itu, ingin ku sapa, tapi aku meragu. Aku ragu kamu sudah tak mengenali aku lagi.

Iyah mungkin kamu tidak mengenali aku sebagai gadis keras kepala, yang pernah berdebat karena kita punya pendapat yang berbeda mengenai bagaimana seharusnya ekonomi Indonesia dikelola waktu kita mendapatkan tugas di kelas dulu.

Masih meragu menatapmu, menatap sosok yang walau kita dulu sering berbeda pendapat, tapi aku sangat mengagumi pengetahuanmu. Aahhh, aku tetap dengan pergolakan batin hanya untuk menyapamu..

Iyah, aku pernah kagum! Tapi jangan GR, sekarangpun aku masih kagum. Melihat sosokmu seakan mengembalikan kenangan dan rasa yang dulu pernah ada.

15 menit berlalu dan aku masih menatapmu, belum sanggup untuk menyapa. Haruskah aku sapa? Ah tidak usah pikirku. Aku masih gadis yang sama, gadis keras kepala dengan gengsi yang tinggi juga.

Dan hingga, kamu pergi menjauh dari ruangan itu. Aku masih belum sanggup untuk menyapa. Tapi aku senang bisa bertemu lagi, walau aku hanya bisa menatapmu sekejap.

Kadang cinta tak perlu diungkapkan, kagum tak perlu ditunjukkan. Belum saatnya kamu tahu. Mungkin lain kali aku lebih berani, walau hanya menyapamu, bukan untuk tahu rasa ini.

Cinta indah bisa terbalas, tapi cinta bisa tetap indah ketika hanya tersimpan dalam hati. Karena itu tetap jadi cinta tulus dan tak akan tersakiti oleh sikap tidak menyenangkan satu sama lain.

Kopi dan Hidup

Kopi itu pahit.

Tapi disitulah nikmatnya menyeruput kopi. Ketika kamu menambahkan sedikit saja gula, kamu akan mendapatkan rasa asam dilidahmu yang akan merusak nikmatnya kopimu.

Seperti hidup yang terkadang pahit.

Tapi ketika kamu mencoba menjejalkan dan memaksa untuk menambahkan manis dikala pahit hidupmu. Terkadang keasaman yang kau dapat.

Jadi ketika pahit hidupmu nikmatilah. Karena kelak kepahitanlah yang membuat engkau sangat menikmati dan bersyukur akan manisnya hidupmu.

Edisi penikmat expresso espresso atau americano, bukan cappuccino ataupun frappucino. :p

Bandara Soekarno Hatta.
Terminal 2f. 28 Maret 2015.
09.10 WIB

IMG_1880

Sekali lagi

Sekali lagi aku kembali jatuh

Entah berapa kali aku jatuh dan aku rasakan sakit ini

Entah berapa luka yang telah ada

Entah berapa dalam luka itu tergores

Tapi seperti anak kecil yang tak pernah jera akan luka

Sekali lagi rasa penasaranku membawaku pada rasa yang dulu aku tak ingin kembali rasa

Sekali lagi aku mengambil keputusan yang sama

Sekali lagi akhirnya luka yang sama terasa makin dalam

Sekali lagi tangis ini menetes

Sekali lagi aku harapkan ini sekali lagi aku meneteskan air mata dan berharap semua berubah jadi tawa

Sekali lagi saja harapku

Bandung.
4 Februari 2015.
08.50 WIB.

Jangan pernah!

Jangan pernah sesekali engkau berpura-pura

Katakan ya jika memang iya

Dan katakan tidak jika memang tidak

Kau tidak boleh membangun sebuah harapan kepada yang lain dengan perkataan manismu

Jangan biarkan engkau membuat mereka menunggu akan engkau

Berhenti berpura-pura untuk membahagiakan orang lain

Berhenti seolah-olah engkau mengangumi mereka hanya untuk menutupi kesendirianmu

Jika engkau tidak suka katakan sejujurnya

Jangan pernah bohongi hati nuranimu ataupun mereka

Sesungguhnya kejujuranmu akan lebih menenangkan dibandingkan kata-kata baik yang diselimuti kebohongan

Karena ketika kau terhimpit dan harus mengakui kepura-puraan itu

Percayalah banyak hati yang akan terluka oleh ucap jujurmu yang terlambat

Bandung.3 Februari 2015 19.24 WIB

Rinduku untukmu

Aku mengingatmu tapi tak bisa menyentuhmu
Aku merindukan setiap waktuku denganmu
Ketika dirimu tak pernah pergi sedetikpun untukku
Ketika setiap saat kau mengkhawatirkan aku
Tak ada sosok sempurna pelindungku
Tak ada sosok yang bisa aku dengar setiap nasihatnya
Tak ada lagi sosok yang percaya bahwa aku bisa melewati setiap kesulitan ini
Tak ada lagi sosok yang sabar dengan kebodohanku krn mengulangi kesalahan yang sama
Aku rindu akan engkau
Rindu yang kini tak terbendung lagi
Rindu akan sosok laki2 sempurna yang takkan tergantikan
Dan hanya satu orang sepertinya di dunia ini
Dia adalah Ayahku.

Sederhanaku

Dunia akan menjadi menyenangkan jika kamu tau bagaimana membuat segala sesuatu menjadi sederhana.

Ketika sesak didadamu..menangislah!habiskan rasa itu bersama air mata yang menetes dari matamu ketika itu..

Ketika kamu bahagia..tertawalah!percayalah bahwa kebahagiaan itu tak akan pergi darimu..

Ketika orang banyak membicarakan hal buruk akanmu..abaikanlah!hidupmu tidak tergantung akan mereka..

Ketika orang menghargai akan kebaikanmu..nikmatilah!karena masih banyak orang yang bisa melihat kebaikanmu..

Biarkan orang melihat apa adanya dirimu..tak perlu menjadi palsu!biarlah orang2 itu yang menyimpulkan akan baik dan burukmu..

Lakukan segala sesuatu terbaik yang kau bisa dan tak perlu selalu membandingkan dengan orang lain..

Tersenyum, menangis dan sederhanakanlah semua..

Karena harapan selalu muncul bersama mentari yang terbit di pagi hari untukmu dan menghangatkan kembali harimu setelah malan dingin bersamamu..

Ketika itulah kau melihat bahwa setiap harapan baik hadir untukmu..kesempatanmu untuk meraih impian dengan mengabaikan setiap cemooh dan menikmati setiap pujian!

Batangtoru. 25 Mei 2014.

09.05pm

Masa

Ketika waktu membawaku ke masa yang kelam dulu
Ketika hati menjerit untuk sebuah perasaan sakit hati
Ketika kadang aku hanya mengharap sebuah raut wajah hadir tersenyum dihadapan
Ketika aku mengharapkan sebuah cinta yang tulus dari seseorang
Ketika masa-masa kau berpaling
Ketika lambat laun kau tak pernah kembali
Ketika aku melihat lagi bahwa yang lain membahagiakanmu kini
Ketika itu rasa ini mati untukmu selamanya

Bandung. 09 April 2014
06.13pm

Pikir Tanya Tulis Ini

Aku berpikir.

Aku bertanya.

Aku menulis.

Haruskah aku menuliskan apa yang aku pikirkan dan tanyakan?

Sungguh hati ini tak tahu bagaimana harus kujawab semua pertanyaan dalam pikirku dan menuliskannya.

Biarlah waktu menjawab akan tanya dalam pikir yang mungkin akan kutuliskan semua kala itu datang.

Pikirku Tanyaku Tulisku.

Bandung. 07 April 2014

08.41pm

D i a m k u

D i a m k u

Diamku bukan tiada arti

Diamku ini kekecewaan

Diamku ini bukti kegagalanku

Diamku ini kehilangan

Diamku ini kematian semu

Diamku ini hidup yang tak terlihat lagi cahayanya

Diamku ini seperti waktu yang hilang entah kemana

Diamku yang menggambarkan bahwa aku kini hilang walau ragaku masih terlihat

Diam dan hanya berdiam sambil aku melihat dunia yang dinamis ini