[My Dream Destination 2015] Myanmar

Kalo ditanya, pengen kemana lagi kalo traveling? Saya tentu punya list panjang. Tapi sekelibat saja teringat satu negara Asia yang masih menghantui saya sejak beberapa tahun lalu. Jawabannya saya ingin ke Bagan, Bagan adalah sebuah kota di Myanmar yang dikenal dengan Kota Sejuta Pagoda. Saya ingin coba naek balon udara di sana. Semoga bisa terwujud segera. (aminn!!)

Kalo kamu ingin kmana?

Photo taken from http://photoblog.nbcnews.com/_news/2012/11/12/15126466-hot-air-balloons-over-bagan-at-sunrise?lite
Photo taken from http://photoblog.nbcnews.com/_news/2012/11/12/15126466-hot-air-balloons-over-bagan-at-sunrise?lite
Advertisements

[NZ Trip] Versi saya di South Island

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sekedar saran untuk kalian yang ingin berkunjung ke South Island, New Zealand dan (lagi-lagi) ini hanya versi saya yang bisa kalian pertimbangkan untuk dilakukan disana.

1. Road trip
Road trip adalah yang wajib kalian lakukan ketika mengunjungi New Zealand. Percayalah godaan untuk berhenti memoto setiap meter pemandangan yang dilihat selalu ada. Sayang rasanya jika perjalanan dilakukan hanya duduk dalam bus dan menikmatinya. Jalan super mulus dan sepi menjadi kenikmatan tersendiri. Hanya saja kecepatan tidak boleh lebih dari 100km/jam. Mau pergi kemanapun kita bisa memperkirakan berapa jarak tempuh dan berapa jam akan ditempuh. Dan ini ga pake ngaret karena macet, semua perkiraan tepat waktu. Pemerintah New Zealand tahu betul bahwa South Island begitu Indah. Mereka selalu menyediakan lookout spot dan juga meja makan untuk beristirahat ditempat-tempat yang Indah. Sapa yang tak tergoda untuk sekedar berhenti dan meluruskan kaki, sekalian mengambil foto.
Berkendara di New Zealand sangat aman, tidak perlu takut ada rampok atau bajing loncat apalagi jalan berlubang seperti yang kita takuti di Negara kita sendiri.

2. Olahraga Outdoor
Banyak sekali alternative outdoor sport yang ditawarkan, mulai dari jalan kaki dengan jalur yang sudah bagus dan dapat diperkiraan berapa lama kita berjalan, mountain bike adalah olahraga favourit warga local yang harus kita coba disana atau sekedar lari di taman tengah kota yang indah . Ada juga olahraga menantang adrenalin yang wajib dilakukan seperti bungy jumping, shotover jet, lush, skiing dan berkayak di danau-danau Indah di South Island.
Camping adalah yang sebaiknya dicoba, karena New Zealand terkenal dengan Negara tanpa binatang buas di hutannya. Konon, nyamuk dan semut adalah binatang paling mengganggu selama camping. Mendaki Mount Cook juga bisa kalian lakukan jika memiliki waktu yang cukup dan hobi mendaki.
Queenstown adalah kota yang menawarkan begitu banyak olahraga outdoor bagi para pemburu adrenalin. Jangan lupa untuk sekedar menghabiskan beberapa hari di sana.

3. Menikmati Glacier
Tidak semua negara atau tempat memiliki glacier yang terjangkau dari jalan Utama. Tapi South Island memberikan tawaran ini. Fox Glacier dan Franz Josef adalah salah satu glacier yang mudah dijangkau. Bagi kita yang hidup di Negara tropis, melihat dan memegang glacier tentu akan menjadi hal yang menyenangkan.

4. Mencoba Produk Lokal
Mencoba produk lokal negara yang menjunjung slogan 100% Pure New Zealand adalah suatukewajiban. Yang wajib dicoba adalah susu sapi, keju, butter, sayuran dan buah-buahan. Produk olahan yang cukup terkenal adalah Ice Cream TipTop yang merupakan ice cream asli New Zealand sejak tahun 1936. Dengan harga yang Cuma NZD3/scoop dan satu scoop gede itu sudah bisa memuaskan para penggila ice cream. Fish and Chip nya juga wajib dicoba!

5. Minum langsung dari sungai
Ini wajib dilakukan karena air sungai yang jernih dan penduduk lokal menjamin kebersihan air di sungai di negara mereka ini. Betapa anda tidak mungkin tidak tergoda untuk meminum langsung air sungai ini, hampir seluruh sungai yang mengalir memiliki air yang jernih. Air berwarna biru yang jernih yang merupakan hasil lelehan salju diatas bukit, sangat menyegarkan. Saya sempat meminum air dari salah satu air terjun di Milford Sound, jangan ditanya lagi rasanya, SANGAT MENYEGARKAN!!

6. Pie dan Kopi
Mungkin ini adalah kebiasaan sarapan dan makan siang orang lokal yang perlu dicoba. Pie dan kopi yang disajikan beragam. Pienya memiliki tekstur kulit yang lembut. Flat white adalah kopi asli Austalia dan New Zealand yang bisa dicoba.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
7. Wine
Bagi pecinta wine tentunya harus mencoba wine lokal. New Zealand merupakan salah satu negara penghasil wine yang memiliki beragam jenis wine yang cukup terkenal, terlebih lagi harga yang ditawarkan pun pas dikantong. Saya suka sekali Merlot dari salah satu vineyard di Central Otago.

Itu yang menurut saya bisa kalian lakukan di South Island. Kalo kamu kira-kira mau ngapain?

[NZ TRIP] Menjelajahi Sisa Gold Rush di New Zealand

OLYMPUS DIGITAL CAMERAl

Ga ada habisnya nulis tentang perjalanan gw kemarin dan mungkin beberapa teman sudah mulai bosan membuka blog saya yang cerita itu-itu saja. Dibalik keindahan alamnya, batuan yang ada di sana pun menarik untuk diamati. Ketika melewati gw memulai perjalanan di South Island, bentuk morfologi, perubahan vegetasi dan kilapan batuan dari jauh jadi perhatian yang susah gw hindari. Mungkin temen seperjalanan ada yang sebel diajak ngomong batu terus..:D

Pas hari pertama gw jalan ke Lake Hooker di Mount Cook, gw bilang lagi sama salah satu temen seperjalanan gw :

Gw : “Do you see the metamorf rocks with abundant of quartz veins? New Zealand must have big deposit of minerals..im pretty sure of it”

Temen gw : “ooo” (muka bingung)

Gw : “I could not get enough thinking about the rocks..All the things happened here so complicated!!So no wonder if this island has the ultimate beauty!”

Temen gw : “ -____-“

Gw : akhirnya memutuskan diem daripada ditimpuk..:P

Dan semuanya terjawab ketika gw mengunjungi District Otago sampai ke West Coast yang ternyata penuh cerita tentang Gold Rush di New Zealand sekitar 1800an.

Pikiran gw melayang ke tahun-tahun itu. Gilaa..tahun 1800an dimana teknologi belum maju sama sekali, tapi mereka bisa nemu aja emas yang jauh dari negara mereka. Konon Gold Rush adalah salah satu cerita yang membawa banyak imigran masuk ke New Zealand dan menetap disana. Para penambang datang dari Skotlandia dan China.

Sepanjang jalan terlihat banyak tulisan daerah atau tempat yang punya historic site yang berhubungan dengan Gold Rush di jaman itu, tapi dengan waktu yang terbatas gw hanya berenti di beberapa tempat aja. Tempat yang gw kunjungi waktu itu adalah :

1. Bendigo Hills Site

IMG_1913

Letaknya di Highway 8 antara Cromwell dan Queenstown. Memasuki sebuah vineyard cantik yang lagi mulai menguning akibat masuk autumn. Menaiki bukit berbatu dan sedikit belok-belok jalannya. Sesampainya di atas, ada beberapa papan info tentang letak site-site bersejarah disana. Mulai dari rumah para penambang, lubang penambang dan beberapa alat pengolahan.

Sampai di atas, udara kembali dingin. Maklum bukitnya agak tinggi. Pemandangannya super Indah. Kelihatan langsung Perbukitan Lindiss yang terkenal dramatis itu.

Konon, daerah itu dulu salah satu pusat kota para penambang di Central Otago, tapi sisa rumah yang masih kokoh hanya beberapa saja. Saat itu target penambangan mereka adalah kuarsa vein yang ada dibatuan metamorf.

Menurut sejarah, pertama kali emas alluvial ditemukan di Lembah Bendigo pada tahun 1862. Dan sekitar tahun 1863, sekitar 150 orang penambang datang dan mengklaim daerah itu. Produksi saat itu dari emas aluvialnya sekitar 15-50 oz (1 oz = 28.1 gram). Tapi saat itu seorang penambang bernama Thomas Logan, menemukan sebuah reef atau vein kuarsa besar. Hanya saja buat menambang itu butuh dana yang besar dibanding menambang tipe alluvial. Thomas Logan mulai buat report dan menawarkan daerah itu ke beberapa perusahaan. Nah disitulah drama mulai terjadi. Singkat cerita, perusahaan penanam saham bangkrut. Prospeknya besar mungkin, tapi batuan keras di sekitar vein malah jadi makan banyak biaya buat ngambilnya sebelum dilakukan pengolahan.

Di atas bukit terlihat beberapa bentuk rumah yang sudah mulai hancur. Bangunan hanya dibangun dari bongkahan batu metamorf jenis sekis yang disemen. Batuannya mengkilap dan penuh dengan mineral mika. Cantik banget. Kalo kita pegang si dinding, tangan kita langsung beku kayak megang es. Luas setiap rumah terlihat sangat sempit, mungkin sekitar 3×2 meter, kayaknya untuk hidup sungguh tidak layak ukurannya. Ga kebayang jaman itu pasti New Zealand lebih dingin dari sekarang dan tinggal disana bukan pilihan seharusnya. Tapi jaman Gold Rush tak ada yang mengalahkan apapun selain mendapatkan emas. 😀

Baca deh keterangan di foto ini. Kalo gw tulis malah jadi panjang lagi ntar..:P

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

IMG_2097

IMG_2099

2. Arrowtown

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kota tua nan cantik di dekat Queenstown yang masih dipenuhi bangunan tua yang memang sengaja dipertahankan sejak 1800an, tapi beberapa sudah berubah menjadi toko, restaurant dan museum. Ketika Autumn, kota ini sangat cantik, hampir di sepanjang jalan dan perbukitan pohonnya sudah berubah warna menguning. Konon, Arrowtown merupakan salah satu pemukiman paling Indah di New Zealand.

Jadi apa yang terkenal dari kota ini?

Daerah ini dulunya merupakan pemukiman (para penambang) China pada tahun 1862 hingga masa Gold Rush di Otago District ini berakhir. Dulu para penambang mengambil emas dari sungai sekitar Arrowtown. Memang sesuai dengan penuturan jet driver waktu gw nyoba Shotover Jet, sungai itu pun dulu dipenuhi penambang dan diperkiraan emas aluvialnya masih ada. Jadi dapat dibayangkan, pada masanya Arrowtown merupakan kota pusat penambang emas. Dilihat dari suasananya pun masih terasa sisa-sisa kejayaannya.

Kalo kamu mampir kesini, kamu bisa beli kalung dengan gold flakes dalam tabung kaca kecil. Sayang gw batal beli waktu itu, karena gw ga suka kalo rantai kalungnya cuma silver. L

Satu yang paling terkenal di sini adalah Buckingham Street yang merupakan jalan utama saat ini. Di pojok jalan ada sebuah restaurant terkenal, dengan makanan yang enak dan suasana yang vintage banget. Namanya The Postmaster Residence Restaurant, diseberang si restaurant adalah Lake District Museum yang terkenal dan disebelahnya adalah Kantor Pos.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

3. Gillespies Beach

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Seperti yang gw ceritain bahwa ini salah satu site yang berhubungan dengan penambangan emas jaman Gold Rush di New Zealand. Saat itu penambangan masih dilakukan dengan untuk emas alluvial yang terendapkan di pasir. Di Gillespies Beach masih ada kerangka dari Suction Dredge yang dipake untuk menyedot pasir lalu pasir dialirkan di karpet berair, sehingga emas dan pasir terpisah. Karena beda berat jenis, emasnya mengendap di karpet. Buat yang suka nonton Bearing Sea Gold pasti bisa membayangkan gimana bentuknya.

4. Hokitika

Kota ini juga berhubungan dengan sejarah Gold Rush di West Coast. Selain itu, kota ini merupakan salah satu penghasil jade asli New Zealand. Karena ke sana di hari terakhir, akhirnya gw memutuskan membeli sebuah jade untuk oleh-oleh buat nyokap. Harga yang ditawarkan masih sangat wajar, tergantung dari bentuk, desain dan usia jade. Mulai dari NZD35 hingga ratusan NZD.

Kota yang merupakan pusat tambang emas di West Coast pada tahun 1864 dan merupakan salah satu kota termaju saat itu. Karena hampir semua barang impor masuk ke New Zealand melalui Hokatika, termasuk mobil. Jadi bisa terbayang saat itu, Hokatika merupakan salah satu kota yang makmur dijamannya. Di pusat kota ada sebuah jam klasik bergaya Inggris yang masih berdiri dengan kokohnya.

The Beachfront hotel salah satu hotel yang bisa dicoba disana, letaknya tepat dipinggir pantai. Sebuah kamar dengan kaca besar dan suara debur ombak yang bikin adem. Didekat hotel banyak restaurant enak dan murah, ehmm harganya standar maksud gw.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebenernya sepanjang Otago hingga West Coast banyak kota yang berhubungan dengan masa Gold Rush di New Zealand, yang gw ceritakan adalah kota yang kebetulan gw kunjungi saat itu. Bagi yang ingin jalan-jalan ke New Zealand, selain menikmati pemandangan yang luar biasa INDAHHHHHHNYAAA..kalian bisa juga menikmati sejarah Gold Rush di South Island ini.

Rasanya deposit mineral baik emas atau apapun masih ini sangat besar potensinya, hanya saja pemerintah New Zealand sangat sadar keindahan alam South Island merupakan modal dari masuknya devisa yang lebih besar, sehingga komitmen untuk menjaga alamnya sangat kuat. Ditambah lagi slogan 100% Pure New Zealand yang sepertinya sangat mereka sanjung, bikin gw pengen ngesot dan mengendap di sana..:P

[NZ Trip] Berapa Sih Budgetnya?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Setiap pulang traveling, pertanyaan yang sering muncul adalah :

“Berapa budgetnya?”

Kalo disuruh menghitung berapa biaya yang gw habiskan selama di NZ, gw bingung jawabnya. Gw bukan tipe yang rajin nulis pengeluaran selama traveling. Gw biasanya udah punya coretan dan target berapa banyak yang harus gw habiskan di setiap perjalanan.

Jadi kalo ditanya apa model traveling kamu?Gw bakal bingung jawabnya. Yang pasti gw hanya berusaha menikmati setiap perjalanan gw kemana pun. Ini dia yang gw habisin, biaya kalian mungkin bisa jadi lebih rendah atau lebih tinggi dari yang gw habisin. Buat ancer-ancer kalo kalian yang pengen jalan ke NZ.

1. Lodge

Selama di NZ biaya penginapan sangatlah random. Mulai dari :

– Jail Accomodation Christchurch (NZD36/malam)
– Heritage Gateaway Omarama (NZD129/malam)
– Top 10 Holiday Park Te Anau (NZD150/malam)
– Wyndham Hotel Wanaka (NZD129/malam)
– Beachfront Hotel Hokitika (NZD150/malam)

2. Food and Beverages

Kalo biaya makan, tergantung kamu makan apa, ini cuma biaya range yang kemarin gw keluarin untuk makan. Tapi dimanapun kamu makan sebaiknya pilih satu menu dan bagi dua atau sama temen kamu. Karena ukuran makanan di NZ kalo buat Asian pasti kebanyakan banget. Satu porsi bisa buat 4 kali makan.

– Breakfast dan lunch kurang lebih sama Antara NZD5-20 (tergantung menu juga)
– Kopi hampir semua tempat sama harganya mulai dari NZD3-5
– Air mineral per botol sekitar NZD3-4
– Dinner yang agak mahal Antara NZD30-80 (tergantung menu yang kamu pilih)

Catatan : Kalo pengen murah, cari rumah makan asia atau beli di supermarket terus diangetin di microwave hotel. J

3. Tempat wisata

Museum dan wisata alam biasanya GRATISS!! Kecuali mau camping yah, ada beberapa yang kudu bayar. Selama gw disana yang bayar adalah :

– Kawarau Bungy Jumping
Untuk bungy jumping bayar NZD195, ditambah foto dan video NZD80

– Shotover Jet
Untuk atraksi ini gw bayar NZD129, ditambah foto dan video NZD40

– Skyline Queenstown
Untuk Gondola menuju restaurant sekitar NZD50 (untuk dewasa)

– Milford Sound Cruise
Untuk cruise selama 3jam keliling Milford Sound sekitar NZD85.

4. Fuel

Biasanya sekali isi antara NZD78-80 (full tank) sekitar 550km jarak tempuh. Ngisinya setiap 2 hari sekali. Tapi ini tergantung jenis kendaraan. J

5. Biaya Visa

Pembuatan visa menghabiskan 2 juta (Visa Rp 1.750.000,00 dan biaya administrasi Rp 250.000). Kemarin gw dapet visa Multiple Entries yang berlaku selama 2 tahun.

Catatan : Tabungan yang disarankan ketika kita mengajukan visa, perkiraannya biaya hidup sekitar NZD1000/bulan. Usahakan NZD3000 udah mengendap selama 3 bulan ditabungan. Tapi ini hanya jumlah yang disarankan.

6. Biaya Pesawat

Tergantung juga kalian mau pake pesawat apa. Kemarin rute gw adalah Bandung-Denpasar-Melbourne-Christchurch (return) habis sekitar NZD1000.

Silahkan kalian hitung-hitung sendiri beberapa budget yang sesuai dengan kalian.

[NZ Trip] Gillespies Beach

Jangan bayangin pantai pasir putih dengan turis berbikini yang sibuk berjemur.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ciri khas pantai di West Coast New Zealand adalah pasir hitam dan berbatu. Setidaknya itu yang gw liat sepanjang jalan di West Coast dan begitu juga sesampainya di Gillespies Beach ini.

Pemandangan sebelum memasuki jalan masuk ke Gillespies Beach cukup memanjakan mata. Ada sebuah lookout untuk liat puncak Fox Glacier, tapi sayang hari itu mendung dan awan tebel di atas Fox Glacier. *nasib*

OLYMPUS DIGITAL CAMERAi

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gilliespies ini cukup tersembunyi, jaraknya sekitar 21 Km dari Fox Glacier. Diawali dengan lintasan berbelok di tengah hutan hijau nan cantik dan berakhir dengan mata memandang lautan luas. Begitu datang ke sana hanya ada beberapa rumah aja. Itu beneran sepi banget hari itu. Oke ditambah ada beberapa ekor merino yang gendut dan terlihat makmur sekali..:P

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Lalu kenapa datang ke sana??

Ini merupakan salah satu historical beach, dulu pantai ini salah satu lokasi tambang emas. Mereka nambang emas alluvial yang ngendap di pasir hitam si pantai.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ciri khas wisata ala New Zealand adalah track jalan kaki. Ada beberapa track jalan kaki ke tempat-tempat bekas penambangan yang ditawarkan, sayangnya gw sampe sana udah sore dan kudu ngejar waktu ke Hokitika yang masih jauh. Alhasil gw hanya menikmati jalan di pantai sekitar setengah jam. Dan tetep yah walau matahari bersinar terang, angin dingin menyapa.

Salah satu yang gw sempet kunjungi adalah cemetery para penambang, cuma ada sedikit kuburannya tapi kok rasanya merinding yah ada disana. Baiklah mungkin gw lelah atau kedinginan..:P Konon itu adalah kuburan para penambang dan beberapa keluarganya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Sekedar jalan dan bengong setengah jam disini cukup bikin seger lagi setelah perjalanan panjang dari Wanaka ke Fox Glacier. Dan persiapan perjalanan panjang ke Hokitika. Damai dan tenang dimanapun berkunjung di negara ini. Bikin susah move on!! 😛

The Wrinkly Rams-Omarama

IMG_2004 Omarama adalah kota kecil cantik di perbatasan dari McKenzie basin. Kota ini hanya memiliki populasi 261 orang pada tahun 2006. Sama seperti tipikal kota kecil di South Island yang penduduknya ga banyak. Kebetulan waktu itu setelah berlelah ria di Mount Cook, gw bermalam di kota ini. Ada beberapa hal yang terkenal di kota ini, seperti HOTTUBE dan The Wrinkly Rams.

Tadinya mau berhottube ria, tapi karena hujan deras akhirnya berendem di bath tube hotel aja. Lumayan gratis juga..:P *gamaurugi*

Suhu 10 derajat pagi itu, tapi sedikit anget karena langit membiru cerah dan juga matahari muncul setelah hujan deras sehari sebelumnya. Seharusnya kalo balik ke Lake Tekapo atau Mount Cook hari itu gw bisa dapet pemandangan bagus. Tapi gw urungkan niat itu, demi menghemat waktu dan ngejar Millford Sound yang masih agak jauh.

Di Omarama, The Wrinkly Rams adalah cafe yang gw rekomendasiin untuk kalian coba. Konon, The Wrinkly Rams adalah tempat pertunjukan pemotongan bulu Merino yang cukup terkenal disana. Hanya sayang aja, waktu gw datang ga ada jadwal pencukuran bulunya. Tarif yang dia tawarkan sekitar NZD25/orang dewasa. Jadi pagi itu kesana cuma nyari sarapan. Kopinya enak dan bakerynya juga. The Wrinkly ini juga punya toko souvenir. Nah ini yang bikin gw nyesel, kemarin gw ngebet banget pengen beli sweater dari bulu Merino yang jadi ciri khas New Zealand. Tapi karena perjalanan gw masih panjang, gw memutuskan nanti aja deh belinya di Queenstown. Tapi apa daya, ternyata setelah dibandingin harga di The Wrinkly Rams ini paling murah dibandingin yang lain. Souvenir yang ada disini juga cenderung murah. Tapi sampe sekarang masih nyesel ga beli sweater itu disana. Jadi buat temen-temen yang lewat Omarama, wajib banget nyoba ini cafe. Dan mending beli oleh-oleh disini aja!! Sebelum terserang penyesalan kayak gw sekarang.. 😛

Oh iya, buat makanan dan minuman disini normal aja harganya jenis pies dan cakes dibandrol sekitar NZD3-5.5 dan buat kopi pun antara NZD3.5-4.5. Ukuran dan tastenya ga perlu ditanya, jarang nemu makanan ga enak di NZ.

Jalan Kaki ke Lake Hooker di Kaki Mount Cook

Masih melayang ke hari pertama memulai perjalanan di NZ. Tempat yang paling mudah terjangkau dari Christchurch adalah Lake Tekapo dan Mount Cook.

Sangat bersemangat pagi itu, walau di luar sedikit gerimis. Memulai perjalanan menuju Lake Tekapo dan dimulailah scenic view ala South Island yang bikin nafas habis. Pagi sampai siang itu hujannya bukannya berenti tapi makin deras membasahi mobil sepanjang perjalanan. Sekitar satu jam dari Lake Tekapo kita berenti di Fairlie. Sebuah kota kecil dengan farm community yang yang tenang. Akhirnya kita memutuskan untuk makan siang di sebuah bakery yang cukup terkenal disana. Konon, kalo belum nyobain pie belum ke NZ. Karena semua orang di sana suka banget pie. Siang yang dingin dan hujan berhasil membuat perut gw juga keroncongan, akhirnya pilihan jatuh ke pork belly pie dan secangkir hot chocolate tanpa gula. Sayang gw ga foto pie nya saking laparnya, tapi kulit pie yang lembut dan pork yang menyembul ketika dipotong dan rasanya super lembut dan enak…Mmmm masih bikin susah lupa rasanya. Setelah kenyang kita melanjutkan jalan ke Lake Tekapo dan hujan ga juga berenti, sedikit sedih tapi ga bisa nolak cuaca. Kudunya emang bawa pawang kali yahh..

Sampai di Lake Tekapo yang kebayang bakal ada tuh latar-latar Mount Cook yang bersalju di atasnya, tapi apa mau dikata siang itu hujan dan awan aja tebel bergelayut di atas si danau. Baiklah nasib memang ga dapet pemandangan kayak di foto-foto orang. Saya berlapang dada sedikit. Cuma menikmati danau dari pinggir dan foto-foto deket Church of Good Shepherd yang terkenal itu. Dan tetep masih gerimis dan anginnya dingin benerrr…

Saking kecewanya, gw lanjutin perjalanan ke Lake Pukaki dan Mount Cook. Hujan makin deressss jugaaa.. T_T. Cuma sempet megang air Lake Pukaki yang lumayan dingin. Dan buru-buru lanjut ke kaki Mount Cook. Emang udah direncanain bahwa gw mau jalan sampe Lake Hooker. Begitu sampe di lokasi gerbang menuju Lake Hooker, terlihat beberapa turis yang mau naek juga. Tapi waktu itu bukan gerimis, mungkin bisa dibilang light rain dan semakin deres selama perjalanan. Tapi tetep gw  jalan ke atas. Lumayan juga sih jalannya, satu kali jalan sekitar 4km dengan waktu tempuh 45menit satu kali jalan sambil berenti foto beberapa kali (jadi bolak balik 8km dengan waktu tempuh 1,5jam). Suhu di sana waktu itu sekitar 8derajat tapi karena kita jalan, jadi masih agak anget. Tracknya udah lumayan bagus dan tetep pemandangan sepanjang jalan yang dramatis dan melalui 3 jembatan gantung gede yang nyenengin bikin lupa sama cape dan dinginnya. Yang pasti selama jalan itu menyenangkan. Sepanjang jalan juga ketemu beberapa turis yang sama kayak gw keukeuh jalan walau hujan. Kita saling sapa dan say “hello” waktu itu.

Begitu hampir sampai ke Lake Hooker, udara dingin makin berasa. Tapi begitu sampe rasanya hati langsung nyesssssss..tenang banget!

Cuma ada pemandangan danau super biru dan keliatan dari jauh lapisan antara batu dan es yang kayaknya sih kelipet eh melengkung. Cantik banget..

Perjalanan dihujan dan dibawah suhu 10 derajat waktu itu rasanya kebayar dengan cantiknya si danau. Dan belum lagi kita sempet denger suara grudukkkkk karena ada glacier yang runtuh. Seneng dan puas, walau tetep ga bisa liat Mount Cook karena awan tebel nutupin. Tapi gw puas udah jalan ke Lake Hooker. Mana batuan metamorf dan sedimen sepanjang jalannya bagus-bagus banget. Walau sedikit basah kuyup juga akhirnya pas pulang dan segera ganti di shelter bawah begitu nyampe dan balik ke mobil, tapi tetep seneng. Gw bakal balik di musim yang lebih baik lagi buat jalan disana tentunya.Sampai saat ini yang nyesel ga gw lakuin adalah olahraga outdoornya itu. Pengen camping, lari dan sepedaan disana. Semoga ada kesempatan balik lagi tentunya. Amin!!!

Perjalanan hari pertama ditutup dengan makan malem steak salmon Mckenzie dan segelas merlot di Omarama yang berhasil membuat kekenyangan dan tidur dengan nyenyak.

Christhchurch – Quake City

Setelah menempuh penerbangan 3 jam 50 menit dan akhirnya gw mendarat cantik di Christchurch sekitar jam 4.30 pagi (waktu lokal) dimana beda sekitar 5 jam dengan Indonesia. Mata kriyep dan badan sedikit lunglai akibat jalan ga berenti di Melbourne sehari sebelumnya. Tapi travelling selalu menantang, apalagi begitu masuk ke dalam bandara udah aja disambut sama suara “BAAA…MOOOO…BAAAAA”. Hahaha kocak banget..ini beneran sudah di New Zealand pikir gw, dimana jumlah domba dan sapi lebih banyak dari jumlah orang. :P. Sebelum bisa keluar dari imigrasi, gw sempet dipanggil sama ibu-ibu imigrasi buat ditanya macem-macem. Dia curiga pas liat paspor ijo gw, kamfret bener pikir gw. Mulai deh beberapa pertanyaan keluar :

“Kenapa pengen ke NZ dan knapa bukan keliling OZ aja?”

“Sama siapa nanti jalan-jalannya?”

“Itinerary kamu gimana?”

“Punya temen asli orang NZ atau pacar orang NZ?” (dia curiga gw punya pacar disini dan ga balik ke Indo)

“Kenapa koper gw cuma kecil aja?”

“Bawa apa aja?bawa rokok?”

Grrr sebel banget dikepoin..hahaha!!

Tapi gw jawab aja sebutuhnya sembari senyum dan ga grogi. Setelah selesai si Ibu mempersilahkan gw melenggangkan kaki ke luar. Yihaaaa KIA ORA..

Mata kriyep karena emang masih subuh, belum ada bus atau kendaraan apapun menuju kota. Alhasil, gw ngedeprok di lantai dan tentunya deket kontak listrik demi men-charge kamera yang tinggal 2 batang lagi baterenya. Gw pikir sampe jam 8 lah baru itu gw cabut ke hostel. Karena ngantuk dan biasa ngegembel di bandara..akhirnya mulai jam 6 gw merebahkan badan di karpet bandara yang lumayan anget. Lagi enak-enaknya tidur, eh jam 7 dibangunin sama staf bandaranya, dibilangnya ga boleh tidur di bandara..jiaahhh!!terpaksalah bangun dan nunggu jam 8 dengan muka macam zombie.

Akhirnya jam 8.15 gw melenggangkan kaki ke tempat bus. Gw tanya sama bapak sopirnya, “Kalo mau ke Lincoln Rd gimana?” dan dengan baik hati sang sopir menjelaskan bahwa gw kudu naek bus orange line-Hashwell buat ke sana dari Central Bus Station, nah gw bayar NZD8 buat bus sampai ke Central Bus Station. Begitu bus keluar bandara, yang gw liat ini kota sepi banget, menurut cerita hari itu libur nasional masih dalam memperingati ANZAC Day. Tapi emang pagi itu gelap dan dingin juga. Mungkin males buat keluar rumah dan lebih memilih santai di rumah. Sekitar 15 menit aja dari bandara ke bus central station. Sepi banget itu central bus cuma ada 5 orang. Ahhh dingin rasanya, padaal pagi itu masih 13 derajat. Di Central Bus Station gw nunggu sekitar 15 menit. Update dipapan mengenai kapan bus menuju centra station cukup update dan terpercaya.

Akhirnya tepat jam 9, si bis Orange Line datang, dan gw naek, bayar NZD3.5 sambil bilang “bang, turunin aye yah di Jail Accomodation”. Dia bilang OK dan bus berangkat. Ga nyampe 7 menit, dia kasih kode ngedip mata, eh bukan kode lambain tangan nunjuk jail accommodation dan gw harus turun. Ternyata si hostel agak nyempil. Abis lapor sama mba-mba receptionist akhirnya gw nitip koper dan dia kasih tau kalo baru bisa masuk kamar jam 2 siang, jadi mending gw jalan-jalan dulu. Ini beneran asli jalan kaki dan random. Liat peta awalnya, tapi abis itu random aja..mpe nyasar-nyasar dikit. 😛

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Menjelang siang udah itu agak naek suhunya ke 16 derajat. Yang paling gw ngebet kunjungin adalah Re:Start Mall. Tapi ini beberapa tempat yang kudu wajib dikunjungi di Christchurch (versi gw yah) adalah :

1. Hagley Park and Botanic Garden
Hagley Park adalah sebuah taman cantik ditengah kota Christchurch yang adem banget. Biasanya dijadiin tempat olahraga warga sekitar terutama lari, basket atau sekeda lari-lari bareng anjing. Di Hagley Park ini juga ada Botanic Garden yang wajib dikunjungi, isinya tentang berbagai macam tumbuhan dan Bunga yang pada umumnya ada di New Zealand. Kurang lebih mirip dengan Shinjuku Gyoen National Garden di Tokyo.

.2. Re:Start Mall

Mall yang udah gw sebut diatas tadi. Sebuah komplek mall yang dibangun dari container warna-warni yang menjadi salah satu lambang semangat baru warga Christchurch untuk membangun kembali kotanya, terutama mall yang sudah runtuh dengan bangunan anti gempa dari container tadi. Banyak barang yang ditawarkan, foodcourt yang menyajikan makanan enak juga.

3. Montreal Street
Sebenernya ini jalan biasa aja, tapi yang menarik hampir semua dealer mobil ada dijalan ini. Berjejer dengan menjajakan semua produk mobil masing-masing dengan harga terpampang baik untuk  mobil baru ataupun secondhand.

4. Cathedral Square
Ini dulu adalah lambang tersohor di kota yang terkenal sebagai “Garden City”. Di sini dulu berdiri sebuah Cathedral cantik yang cukup tua, tapi karena gempa yang melanda, sebagian bangunan ini hancur. Ketika gw berkunjung di Cathedral masih dikasih benteng seng dan masih dalam tahap perbaikan.

5. New Regent Street

Ini sebuah jalan dengan banyak bangunan tua yang cantik dengan warna pastel yang lembut. Di sepanjang jalan ini juga, si bangunan tua digunakan sebagai toko atau kedai makanan dengan suasana bersahabat. Konon, jalan ini sudah ada sejak 1932 dan pernah menjadi salah New Zealand’s Most Beautiful Street. Jangan lupa diujung jalan ada gerobak Gelato yang wajib dicoba.

6. Victoria Square
Ini sebenernya kaya tempat nongkrong di pusat kota dengan Sungai Avon mengalir di tengahnya. Sekarang tempat ini biasa dijadikan tempat nongkrong beberapa organisasi post-quake untuk sharing mengenai pembangunan kota yang ingin dilakukan. Selain itu, banyak juga food truck di tempat ini yang bisa dikunjungi. Karena kemarin pas gw berkunjung lagi libur, makanya agak sepi di sini. T_T

7. Quake City
Quake City letaknya di depan Re:Start Mall, ini kayak pusat infomasi yang dalam progress dibuat sebagai museum kecil dalam memperingati gempa 2011 itu. Isinya tentang semua yang terjadi waktu gempa 2011. Biaya masuknya cukup ngasih donasi NZD20. Bagus sih konsepnya cuma memang keliatan masih on progress.

8. Canterbury Museum
Letaknya tepat disebelah pintu gerbang Botanic Garden. Museum ini berisi tentang koleksi dari Julius Haast mengenai peninggalan bersejarah perjalanan kebudayaan antara Maori dan European di New Zealand. Masuknya sih gratis, ada kotak sumbangan untuk perbaikan yang juga menjadi korban genasan gempa 2011.

9. Cathedral Junction
Sebuah pusat perbelanjaan yang dekat dengan Cathedral Square.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sejak gempa sebesar 6.3 tahun 2011, beberapa bangunan memang terlihat hancur. Terlihat bahwa kota ini sedang mencoba kembali memulihkan diri. Untuk saat ini semua orang bener-bener sadar untuk selalu waspada dan mencoba meminimalisir akibat gempa yang mungkin menimpa kota ini lagi dikemudian hari. Pembangunan yang detil dan memperhatikan berbagai macam aspek dilakukan dengan gencar. Selain itu edukasi paska gempa pun masih terus dilakukan. Contoh yang hebat dan menginspirasi buat gw waktu jalan-jalan disana. Kita kudu waspada terhadap bencana dan kata-kata di Quake City yang menggugah gw adalah..

“Civilization exist by geological consent, subject to change without notice – Will Durant”

Sebenernya masih banyak yang bisa dikunjungi di kota ini. Sekedar jalan kaki menikmati art streetnya pun cukup menyenangkan. Dengan kota ini memang tipikal kota besar di South Island yang dipenuhi bangunan tua cantik dengan penduduk yang tidak padat. Udara yang cukup bersahabat, sekedar berjalan kaki menikmati ketenangan kota cukup menyenangkan (lagi-lagi kalo buat gw). 😀

[Sedikit Tips] Menikmati ONSEN Di Jepang

Kalo ke Jepang, ga boleh melewatkan waktu untuk menikmati ONSEN. Mungkin ga semua penginapan ada ONSEN. Untuk beberapa backpacker hostel paling cuma ada shower air hangat. Tapi kalo kalian ke Hakone atau ke tempat dingin di utara Jepang dengan penginapan berbentuk Ryukan, mudah untuk menemukan ONSEN. Karena sebenernya ONSEN adalah gaya mandi orang Jepang, yaitu berendam di sebuah kolam air panas yang suhunya sekitar 40 derajat Celcius. Gw cukup beruntung kemarin dapet backpacker hostel yang ada ONSENnya dan juga berONSENria di Hakone. Kenapa? Soalnya abis jalan-jalan di udara dingin eh balik bisa berendem dan bobo dengan nyenyak. Tapi sebelum berONSENria sebaiknya perhatikan aturan atau manner yang biasanya tertera di pintu masuknya. Karena biasanya bertuliskan Jepang, gw coba rangkumin buat kalian. Dan semoga membantu kalian sebelum ke Jepang.

  1. Jadwal Mandi

Untuk beberapa tempat biasanya mereka punya jam tertentu untuk mandi atau berONSENria. Kalo pagi dimulai dari 06.00-09.00 dan sore dari 18.00-24.00. Sarannya jangan ngonsen pas jam 19.00-20.00, karena itu jadwal makan malem orang Jepang. Ini berlaku kalo kita nginep di Ryukan atau daerah yang budaya Jepangnya masih kental.

Saran : Ketika check in, tanya aturan jam mandi dulu. Karena kalo sudah lewat jam-jam itu disarankan sudah tidak ada disekitaran kamar mandi atau kolam air panas.

  1. Simpan baju, handuk dan semua perlengkapan mandi di keranjang yang disediakan di ruang ganti. Satu orang satu keranjang.
  2. Jangan pake celana dalem ataupun baju renang. Kamu harus telanjang bulet..iyah ga boleh sok malu-malu disini!! Tenang biasanya kolam atau kamar mandi hanya untuk sesama jenis, ga ada yang dicampur.
  3. Mandi dulu sebelum nyebur ke kolam air anget. Biasanya dipinggir kolam, disediain tempat duduk kecil, dengan kaca didepan dan shower dilengkapi shampoo dan sabun. Masukan handuk kamu dalam baskom kecil yang ada biar ga basah.
  4. Kalo udah mandi, masih tetep ga bisa langsung nyebur ke kolam juga. Siram dulu badan kamu sebanyak 2 kali dengan air dari kolam.
  5. Jangan bawa handuk ke kolam. Pokoknya cuma bawa diri aja ke kolam air anget. Handuk simpen di pinggir.
  6. Kalo mau masuk ke kolam, musti pelan-pelan dan jangan sampe loncat atau bikin gerakan heboh.
  7. Selama beronsen atau berendem di kolam juga disarankan tenang dan ga ngobrol.
  8. Kalo udah selesai. Jangan lupa keringin badan dengan handuk sebelum keluar ke ruangan ganti.
  9. Untuk sikat gigi, cuci muka dan lain. Sebaiknya dilakukan di wastafel di ruangan ganti.
  10. Eh ada yang lupa, jangan jorok di kolam, jangan mikir untuk buang air kecil selama berendem. Hahaha!!

Semoga tipsnya membantu memahami bagaimana menikmati ONSEN di Jepang.

Cheers! 😀

Berkunjung Ke Rumah Doraemon di Kawasaki City

Menengok Museum Fujiko F Fujio [di Kawasaki City] yang dikenal sebagai asal mula (rumah) doraemon, tepatnya merupakan kota asal dari sang maestro Fujiko F Fujio.

Si temen gw ngebet banget pengen ke museum ini. Wajar yah kita kan anak angkatan 90an yang pasti dulu tiap hari minggu mantengin tv pagi-pagi cuma buat denger “baling-baling bambuuuu” dan selalu penasaran dengan barang ajaib apa yang dimiliki doraemon minggu ini.

Jepang..identik dengan doraemon..doraemon identik dengan Nobita dan Kue Dorayaki. Saking ngebetnya, begitu nyampe stasiun Shinjuku kita langsung berburu tiket Museum Fujiko F Fujio ini. Begitu sampe di stasiun Shinjuku, yang kita cari adalah Lawson. Yep, sama kok kayak di Jakarta, Lawson yang merupakan mini market yang punya mesin penjualan tiket. Ternyata stasiun Shinjuku itu luas, susah nyari Lawson yang sedikit nyempil. Keliling sampe gempor di hari pertama, tapi pas dapet Lawsonnya, ternyata tiket ke Museum di tanggal yang kita mau sudah habis terjual. Maklum, museum ini membatasi pengunjungnya dengan cuma menerima 200 orang yang itu aja dibagi jadi 4 jam kunjungan (Jam 10.00, 12.00, 14.00 dan 16.00). Jadi tiket seharga 1000 yen itu berebut dapetnya. Akhirnya kita merelakan untuk tidak beli tiket dulu dan bergegas mengejar kereta ke Hakone.

Begitu pun di Hakone, ternyata bayang-bayang Doraemon ga bisa ilang. Begitu liat Lawson kita nyoba lagi. Ternyata mesennya ribet, ga bisa pake kartu kredit dari luar Jepang. Dan terpaksalah merelakan uang cash didompet, selain itu wajib memasukan alamat dan no telpon orang yang berdomisili di Jepang. Untungnya, kita punya temen di Jepang, jadi kita pake alamat dan nomer telpon sang kawan. Belum selesai sampe disitu, ternyata 3 jam pertama sudah ludes jugaaa.. terpaksalah kita dapet yang jam 16.00. Gapapalah agak sore, yang penting kita jadi ke museum itu. Tiket akhirnya di tangan..yey!

Ternyata perjalanan ke Kawasaki City tempat si museum berdiri lumayan jauh. Dari stasiun shinjuku kita pilih JR line ke Stasiun Noborito, perjalanan kurang lebih 1.5 jam. Begitu turun MRT dan keluar dari stasiunnya, kita udah disambut dengan banyak gambar doraemon, P-Man dan semua kartunnya Fujiko F Fujio. Yang lebih lucu lagi adalah menuju ke Museum ada bus khusus yang bertema kartun-kartun itu. Ah ga sabarrrrr..

Sampe di Museumnya kurang dari jam 16.00 sore itu dan kita harus nunggu dulu sampe pintu museum di buka. Seperti biasa, kita disuruh baris sambil nunggu. Dan semua kata penyambutan lewat TV, jadi sudah di set dalam berbagai macam bahasa. Sebelum masuk kita dikasih tahu beberapa aturan, seperti ga boleh ngambil foto, ga boleh berisik, ga boleh menyentuh barang-barang yang di dalem museum. Intinya lihat boleh, dipegang jangan. Ah tersiksa ga bisa moto..hahaha!Tapi aturan itu hanya berlaku di ruang exhibition. Untuk taman dan ruang rekreasi tentunya boleh ambil foto.

Doraeeemmmooonn..
Doraeeemmmooonn..

Si museum terdiri dari 2 tingkat dengan banyak ruangan. Dan sebelum kita mengeksplor si museum, masing-masing dari pengunjung dilengkapi dengan radio yang berisi info dari setiap komik atau barang yang ada di museum dan lagi-lagi sudah diset dengan berbagai bahasa, kita tinggal milih bahasa apa dan masukin nomer yang ada di barang atau komik yang dipampang. Dari situ kita bisa denger penjelasan mengenai apa yang kita lihat berdasarkan nomer yang tertera.

Ruangan pertama adalah semua kartun yang pernah dibuat oleh Fujiko F Fujio termasuk yang tidak masuk Indonesia. Dan menuju ke lantai 2, diperlihatkan ruangan kerja dari sang Maestro. Begitu masuk ke lantai 2, ruangan ini khusus hanya tentang Doraemon. Lantai ini isinya semua kisah doraemon sejak pertama yang jadi favorite selama ini dan akhir kisah dari film yang beredar kemarin dilayar lebarnya juga ada. Jadi pas nyampe Indonesia, dan filmnya beredar, gw udah tau duluan akhirnya..:D.Puas di lantai 2 dan merasa seperti kembali ke jaman masa kecil, kita keluar juga menuju ruangan rekreasi dan taman. Di ruangan itu semua orang bisa baca komiknya Fujiko F Fujio gratissss. Tapi komiknya dalam bahasa Jepang. Nah gw manyunnn..mendingan eksplor tamannya aja deh.

Nyampe taman eeehhh….ternyata  gerimis. Tapi kita tetep keukeuh buat foto bareng doraemon. Di tamannya ada doraemon dan nobita sedang naek si dinosaurus pink, pintu ajaib dan pipa taman. Bagai lupa umur yang kita antri diantara anak-anak kecil yang dianter orangtuanya..haha! Ini hasil fotonya..walau agak norak..yang penting foto dulu..:p

Ternyata hampir jam 17.15 saat itu. Kita bergegas masuk lagi ke dalam buat nonton film di ruang theatrenya. Ini merupakan jam penayangan terakhir. Dannnn..film tepat dimulai jam 17.15. Film yang diputer masih karya Fujiko F Fujio, tapi bukan doraemon. Dan masih pake bahasa Jepang, jadi selama nonton kita cuma bengong, dan sok ketawa kalo kita pikir lucu..haha!! Jam 18.00 filmnya berenti dan kita masih bingung tadi isi ceritanya apa..:D

Waktunya pulang..

Tapi ternyata jalan keluar itu lewat toko souvenirnya. Dan bagai ga mau kalah dengan para pengunjung lainnya, kita nyempetin diri buat beli beberapa barang. Harga barangnya berkisar dari 300-3000yen. Lumayan sih kalo banyak-banyak bikin kantong jebol..:p *pelitmodeon*

Kita akhirnya keluar menuju halaman museum untuk menunggu bus menuju stasiun. Sore itu masih gerimis dan berasa banget dinginnya..bbrrrr!!!Kita naek bus P-Man kali ini. Sampai di stasiun kita kelaparan, tapi karena udah agak malem. Kita buru-buru cari kereta balik ke Tokyo dan makan disana.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Sayonara Kawasaki City!