Andai aku Tak Terlihat Lagi

Jika aku tak bisa memelukmu lagi

Berdirilah di bawah matahari pagi

Rasakan hangatnya cahaya itu menyentuhmu

Itulah rasanya pelukanku untuk mu

Jika kamu tak bisa melihat lagi senyumku

Tataplah langit kala malam

Jika kau lihat satu bintang terang

Itulah aku yang sedang tersenyum kepadamu

Jika kau tidak lagi bisa mendengarkan aku

Diamlah dan nikmati suara angin, mungkin terdengar seperti suara rinduku kepadamu

Jika kau tak dapat lagi merasakan bagaimana cinta ini mengalir padamu

Berdirilah di bawah hujan, rasakan setiap derasnya air jatuh, seperti itulah cinta yang kucurahkan untukmu

Jika aku tak dapat hadir untukmu lagi rasakan matahari pagi, tataplah bintang, nikmati suara angin dan berdirilah di bawah hujan

Aku hadir untukmu dimana pun kamu memanggilku walau dalam sunyi 

Batangtoru, 29 Januari 2017

21.02

Advertisements

Gara-gara Ira Koesno

Ah gara-gara Ira Koesno saya susah tidur malam ini. Pikiran melayang kepada sosok bapak saya. Beliau sangat mengagumi Desi Ratnasari dan Ira Koesno waktu saya SD dulu. 

Kenangan di kala sore hari, ketika Liputan 6 disiarkan setiap jam 6 sore, setiap itu juga Bapak saya sudah duduk manis didepan TV lengkap dengan sarung andalannya. 

Beliau sangat menggagumi sosok wanita ini, cantik, pintar dan tegas. Beberapa kalo beliau berkomentar mengenai kekagumannya dengan sosok si anchor cantik ini.

Pak, kalau bapak bisa mendengar dan melihat dari surga. Aku hanya ingin bilang “Aku merindukanmu”. Belum kutemukan sosok sepertimu lagi. 

Ahhh semuanya gara-gara Ira Koesno!

Batangtoru, 13 Januari 2017

23.35WIB

Hei Angin! 

Hei angin..

Tiupkan padanya rindu ini

Biarkan kulitnya merasakan tiupan rindu ini bagai pelukan hangat dariku

Biarkan bibirnya merasakan kecupan lewat tiupan rindu yang kau sampaikan

Hei angin..

Sampaikan semua rasa ini untuknya

Biarlah hembusmu meniupkan semuanya

Tapi jangan kau bawa pergi rasa ini bersama tiupan kencangmu

Hanya lewat hembusan anginmu ingin kusampaikan rindu ini

Hei kamu, i miss you! 😘