Surat Untuk Bapak

Ketika aku tak dapat melihat lagi cahaya matanya

Ketika hari itu matahari seperti tak bersinar hari itu

Bahkan kutunggu malam berbulan pun tak hadir 

Ketika aku tak juga dapat melihat senyuman lagi

Apalagi mendengar suara ramah sapanya

Aku tak dapat lagi berkata apa-apa

Hanya tetesan airmata yang melukiskan sejuta kalimat dalam benakku

Kala aku hanya melihat sosok kaku tubuhmu

Dalam sebuah kotak kayu yang indah, tapi rasanya bukan itu seharusnya tempatmu

Seharusnya engkau masih ada bersamaku sekarang

Melihat bagaimana sosok gadis kecilmu bertumbuh menjadi dewasa

Dengan banyak badai yang menerpa tapi berusaha tidak goyah

Sosok gadis kecilmu yang selalu merindukan sebuah obrolan tengah malam sederhana yang membuatnya bahagia

Bahagia memiliki sosok hebat sepertimu

Jika bisa kuputar waktu lagi

Aku hanya ingin jadi sosok gadis kecilmu terus

Yang berharap engkau selalu ada hingga kapanpun

Hingga saat seperti ini, dimana aku merindukanmu 

Hanya doa, hanya sapaan satu arah yang mungkin kau dengar tapi aku tak bisa melihatmu

Hingga waktu mempertemukan kita lagi..aku akan selalu menunggu waktu itu

Menunggu saat aku bertemu denganmu lagi dan tidak akan pernah kau meninggalkanku lagi

Untukmu Bapakku tercinta..
Batangtoru, 23 Mei 2016

19.05WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s