Persahabatan bagai Kepompong

  
Masih inget sebuah lagu yang bilang “Persahabatan bagai kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu”. Ah lagu itu benar-benar menggambarkan pertemenan saya dengan sahabat-sahabat saya ketika kuliah hingga sekarang.

Sebenernya semua teman yang kita temui itu berharga. Karena dari merekalah kita menjadi pribadi yang sekarang. Seperti orang tua kita bilang “kita harus bisa memilih teman”, bukan pilih-pilih teman maksudnya, tetapi pandailah memilih lingkungan dimana kita bertumbuh. Inilah akibat bertemu teman-teman kuliah kemarin saya jadi sok bijak.

Walau bukan formasi lengkap cewe di geologi 2003, tapi saya senang, sekedar beberapa jam bertemu tapi bisa menghabiskan suara saya hingga sakit tenggorokan karena tidak bisa berenti tertawa kemarin. Biasanya kami hanya berbincang lewat whatsapp atau saling komen di media social. Tapi kemarin akhirnya kami bertemu.

Pertemuan yang tidak direncanakan, hanya karena princess yuna datang jauh-jauh dari Kalimantan, Maria yang balik buat liburan natal dari kesibukan kuliah doktoralnya di Jerman, Wiwid juga yang tidak terduga lagi ada di Jakarta dan tentu Lina dan Rindu ada di Jakarta karena mereka memang bekerja di Jakarta. Kebetulan saya sendiri sedang field break panjang dan sengaja ke Jakarta bertemu para wanita-wanita ini. 

Kami bertemu di Chandara, Plaza Senayan. Saya berharap 9 orang cewe geologi angkatan saya bisa hadir semua, tetapi entah kenapa selalu hanya mentok di 6 orang yang hadir. 3 lainnya absent karena wanita super tangguh yang satu ternyata sedang hamil anak ke 2 dan yang satu lainnya tinggal di Kalimantan dan yang satu lainnya hilang berita dimana dia. 

Tanpa disadari pertemuan dengan Wiwid terakhir itu 2011 di sebuah acara reunian di kampus, setelah Wiwid menyelesaikan gelar masternya di Amerika.

Pasti kalianpun mengalami hal yang sama dengan saya, bertemu teman kuliah selalu membawa kembali ke suasana kampus lagi, dengan cerita lama yang sebenarnya sering diulang tapi tak ada habisnya untuk ditertawakan lagi, lagi dan lagi. 

Buat saya, sungguh menyenangkan bertemu dengan teman kuliah, karena teman kuliah itu teman kita bersama-sama mengejar mimpi dan membangun masa depan. Melihat beberapa mereka berhasil mengejar mimpinya, selalu membuat saya tersenyum dan ikut senang. Bayangkan dari 9 orang cewe geologi di kelas 2003, 1 orang calon dosen di ITB, 2 orang profesional di batubara, 3 orang profesional di geothermal, 1 orang profesional di migas, saya sendiri di mineral dan satu lagi masih tidak jelas kabarnya, terakhir kami dengar dia sedang kuliah lagi di ITB. Hampir semua mencapai impiannya saat kuliah, kecuali saya yang cita-citanya kerja di geothermal tapi terjebak didunia mineral ini. Tapi sudahlah, saya senang karena keberagaman pekerjaan kami, perbedaan ini selalu memberikan cerita yang berbeda pula.

Semoga semuanya sukses, sehat dan bahagia selalu. Sampai bertemu dipertemuan selanjutnya. Saya beruntung memiliki teman seperti kalian!  Semoga persahabatan ini akan selalu selama-lamanya.

Jaman kuliah itu bagai masa kepompong, merajut setiap mimpi untuk menjadi kupu-kupu cantik yang akhirnya bisa terbang bebas.

Nungguin Kuliah di Gedung Oktagon

Kuliah lapangan di Karangsambung
 
Perubahan dari 3.5 tahun setelah lulus (2011) dan 7 tahun setelah lulus (2015)
  
Akhirnya bertemu lagi
 

A strong friendship does not need daily conversation, does not always need togetherness, as long as the relationship live in the heart, true friendship will never part!

One thought on “Persahabatan bagai Kepompong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s