Asap oh Asap..

Siapa yang ga denger tentang asap yang menggila di Sumatra dan Kalimantan belakangan ini? Saya selama bertahun-tahun kerja di Sumatera kena imbasnya. Penerbangan langsung dari Jakarta ke Sibolga ditutup. Otomatis saya terdampar di Medan, sebelum besok jalan darat selama 12 jam ke Sibolga. Ngebayanginnya aja udah cape, terang saja cape, baru kemarin malam saya mendarat di Jakarta dan pagi ini saya sudah harus terbang buat kerja lagi dan harus jalan darat menuju tempat kerja dengan jalan berkelok-kelok.

Hampir 20 hari marathon travelling di beberapa kota di Eropa. Dan harus kembali kerja dan lewat darat pula. Masih ga paham berapa lama lagi asap hasil pembakaran lahan sawit ini akan hilang dan berakhir. Rasanya ini yang paling parah dan paling lama. Heran sama pemerintah daerahnya?Masalah asap itu udah terjadi bertahun-tahun sejak dahulu kala. Tapi ga pernah ada solusinya, selalu ada setiap tahun.

Untuk tahu daerah mana yang terbakar pasti mudah dan mendeteksi itu tanah siapa pun rasanya mudah. Perusahaan mana yang sebaiknya dituntut pun pasti dapat diketahui dengan cepat jika database luas lahan dan pemiliknya bagus. Karena yang saya tahu, semua databasenya dalam bentuk peta yang dibuat dalam Geographic Information System (GIS). Tinggal overlay dengan titik api, voilaaa dapet deh pelakunya. Tapi sudah berbulan-bulan ga ada perkembangan ini asap, boro-boro makin hilang, malah makin banyak dan tebal.

Banyak banget kepentingan masyarakat yang harus dikorbankan. Kepentingan umum yang dikorbankan untuk kepentingan pribadi para perusahaan kelapa sawit.

Siapa yang harus dipersalahkan sekarang? Bapak presiden? Lalu mana keterangan dari gubernur, bupati dan walikota daerah terkait? Apa mereka lagi berlibur ke luar negeri menghirup udara sehat dengan uang upeti dari perusahaan kelapa sawit?

Saya mempertanyakan bagaimana prosedur pembakaran hutan ini bisa dibiarkan dari dulu? Apakah tidak ada aturan lingkungan untuk perusahaan kelapa sawit??

Saya teringat perdebatan saya di dunia maya tentang buruknya keberadaan perusahaan tambang resmi, bukan illegal. Kalo perusahaan tambang berbuat sedikit kesalahan, maka dengan mudah banyak pihak yang berkoar-koar, walaupun terkadang bukan kesalahan fatal tapi selalu ada celah untuk mempersalahkan perusahaan tambang. Padahal berbagai macam uji lingkungan dilakukan oleh perusahaan tambang untuk tetap menjaga lingkungannya stabil mulai dari pra tambang, saat penambangan hingga pasca tambang.

Apakah ada juga peraturan dan langkah kerja yang sama untuk menjaga lingkungan di perusahaan sawit?

Ga ada yang bisa saya perbuat secara langsung, tapi saya sangat sesalkan asap ini terjadi lagi lagi dan lagi. Lalu apa yang bisa kita perbuat? Berhenti pake produk kelapa sawit? atau hanya berdoa harga kelapa sawit semakin murah? Semoga ada cara lain yang lebih efektif dalam membuka lahan kepala sawit ke depannya daripada di bakar secara massal. Selamatkan Indonesia dari asap!

7 thoughts on “Asap oh Asap..

  1. Sogh atuh sedia antimo, Teh Wulan… I took 4 tablets. Serius. hehe… Bakar lahan lebih mudah dan praktis untuk buka lahan baru daripada meng-hire puluhan orang untuk nyangkul2 dan tebang2 pohon. Plus lagi dapat pupuk kompos dalam jumlah besar yang nantinya bisa dijual lagi. Petani kecil sih yang kebanyakan pake cara ini. Tapi memang ada beberapa perusahaan besar yang “malas” gunakan prosedur yang benar. Enjoy your land-travel ya… we have no other choice.😉

  2. Like your point neng, like it, kita tambang ikuti prosedur (asik gayanya kaya yang punya tambang). Inspektor tambang dan badan2 lainnya yang merasa perlu datang, rajin banget datang (apalagi kalo dekat2 liburan, kekekeke) inspeksi, perbaikan, inspeksi lagi sampai case closed. Why asap why? Semangat yah neng nong, pantesan lo gak muncul di kotak sampah, dicariin aling. Btw, gw tadi sempat teralihkan fokus dengan gambar di atas, baru ngeh semua potongan2 gambarnya. Termasuk Sigourney. That’s why I love you so much.❤
    Tapi gw ngakak di foto yg Jepang. yayayayaya…

  3. kena asap sampah dibakar aja udah kesiksa apalagi asap sawit yg ga hilang2. kiranya hujan cepet turun dah n perusahaan2 itu kena karmanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s