Pesan untuk Seorang Sahabat

Pagi ini saya bangun pagi sekali. Bahkan masih kurang tidur, baru dua jam kurang rasanya mata terpejam. Terbangun oleh alarm di ponsel yang sempat saya snooze 2 kali. Masih teringat sebuah obrolan bersama teman semalam, obrolan yang membawa saya berpikir dalam mengenai kehidupan cinta yng kadang tak seindah bayangan kita. Kehidupan yang kita tidak boleh egois terhadap keinginan orang lain.

Saya sungguh tak menyangka bahwa hal kecil kadang dapat menghancurkan seluruh impian luhur di depan. Sebuah perkataan dapat melukai hati begitu dalam. Kita bermimpi, kita berharap tapi kita harus tetap menjejakan kaki terhadap realitas hidup kita. Impian bukan hanya ucapan, tapi sebuah komitmen harus ada untuk mewujudkan. Bukan hanya komitmen tapi komitmen kuat harus ada disana.

Sebuah niat adalah awal dari semua hal baik ataupun buruk. Karena satu langkah yang kita ambil sekarang akan menjadi awal dari ribuan langkah di depan. Ketika kita memilih seseorang menjadi satu selamanya pendamping hidup kita. Jangan sesekali kau melepaskan mereka seperti kamu membiarkan angin meniup daun kering di taman. Apapun yang terjadi bertahan tanpa lelah memahami dan belajar tentang mereka. Pelajaran yang mungkin mengambil seluruh paruh waktumu bersamanya malah terkadang hampir seluruh waktu bersamanya. 

Ketika lelahmu datang memahaminya, ingat kala awal kau berjumpa dengannya. Tatapan dan senyumnya yang membuatmu bahagia. Suaranya yang kau rindukan kala dia jauh akanmu. Ketika engkau yakin bahwa dia adalah seseorang yang layak menjadi penyeimbang hidupmu. Pengisi harimu hingga akhir hayatmu. Buang segala amarah dan bencimu yang mungkin hanya seketika. 

Kembali raih mimpimu sahabat, mimpi yang engkau bangun 2 tahun lalu bersamanya. Jangan mudah menyerah mencintai dia yang kau pilih. Sebuah cinta dan kesungguhan akan mampu merubah semua mimpi buruk saat ini menjadi pelajaran yang tak akan pernah kamu lupa. Jika kamu mampu melewatinya, kamu akan selalu ingat bahwa cinta harus dipertahankan bukan dilepas dengan mudahnya.

Aku hanya bisa berdoa dari kejauhan, berdoa untuk kebahagiaanmu dan dia yang kau cinta.

   
   

10 thoughts on “Pesan untuk Seorang Sahabat

  1. Aku sering mengeluh ke suami kalo aku makin gendut. Trus suami cuma bilang gini,”Oh gitu. Eh tau gak, seleraku sering berubah-ubah lho. Belakangan aku suka banget sama yang gendut.” hihihi… *blushing* No matter how we change, true love never changes.😉

  2. Mbak Pinguin kayaknya ganti header ya? :3 keren😀

    Satu lagi yang keren :’ postingannya ngejleb banget mbak :’ apalagi 3 gambar dibawah :’ sumpah, ngena banget ini :’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s