Ketika Bahagia Menjadi Tidak Sederhana

IMG_1522_2

Kata orang “Bahagia itu sederhana”

Tapi banyak orang yang membuat bahagia itu menjadi tidak sederhana. Ketika orang merasa dirinya bahagia dan hidupnya sempurna lalu dengan seenak jidat bilang orang lain tidak bahagia karena tidak dalam kontek bahagia yang dia rasakan.

Contoh simple ketika orang merasa iba dengan status gw yang masih “single” diusia yang harusnya mungkin harusnya sudah beranak pinak. Paling sebel kalo orang sudah mulai komen “Ayo nikah, jangan cuma rajin jalan-jalan” atau “Buruan nikah, jangan cuma ngejar karir”. Sebenernya udah kebal denger gitu, tapi kadang KZL luar biasa, ketika moodnya lagi ga pas. Seolah-olah kalo orang menikah adalah satu-satunya jawaban kebahagian di dunia ini. Eh oke, mungkin menikah itu membahagiakan yah. At least punya temen yang diajak susah senang, tapi kalo belum waktunya mau apa coba?😀

Kadang kita harus membiarkan hidup orang lain bahagia dengan caranya sendiri. Ada mungkin yang bahagia dengan pasang foto perkembangan anaknya di social media, ada yang bahagia dengan posting foto makanan enak dari tempat makan terkenal atau bahagia pasang foto jalan-jalan. Apapun itu, biarkan orang lain bahagia dengan caranya sendiri, tanpa kita mesti ribet menganggap orang tidak bahagia dengan jalan yang dipilihnya.

Bahagia itu sederhana, tapi banyak orang sekitar yang membuat itu menjadi tidak sederhana.

17 thoughts on “Ketika Bahagia Menjadi Tidak Sederhana

  1. Membingungkan! orang lebih suka bicara bahagia, lebih mengejar-ngejar bahagia. Selanjutnya orang jadi takut pada ketidakbahagiaan. Seakan-akan kebahagiaan berlawanan dengan ketidakbahagiaan. Akhirnya, hidup jadi begitu sempitnya, penuh ketegangan.

    1. hehehe..namanya juga manusia..kebahagiaan kan adalah salah satu yang membuat manusia tetap hidup sesungguhnya, tapi yaitu standar setiap orang pada akhirnya berbeda..:)

  2. Pasang tutup telinga terkadang diperlukan, atau senyum sinis kepada mereka yang memasang standar bahagia menurut kacamatanya. Kita punya standar bahagia sendiri, jadi nikmati saja dan berbahagia dengan apa yang kita punya dan akan kita raih🙂

      1. Jawaban paling bener kalo dapet pertanyaan/statement kayak gitu cuman “doain aja ya”😀
        Udah enggak kok mba. Hihihi.. Makasih buat sarannya yaa🙂

  3. Ini idem banget. Tapi pada akhirnya aku udah mulai cuek dgn “standard kebahagiaan” yg dikasih orang lain. Semua pasti ada waktunya. Jadi drpd pusing mikirin yg blm kita punya, mending dinikmati aja masa-masa single yang bebas bisa ngapa2in dan ga perlu mikir harga popok😀.

    Salam kenal yaaa. Berkat link dari blog mbak noni nih😀

    1. Hei mba fitri,makasih udah menyambangi blog aku. Emang nasibnya sama ya? Jomblo salah tapi nanti kalo udah nikah masih ada sederet standard bahagia lagii yang kudu dipenuhi..😁😁 smangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s