Christhchurch – Quake City

Setelah menempuh penerbangan 3 jam 50 menit dan akhirnya gw mendarat cantik di Christchurch sekitar jam 4.30 pagi (waktu lokal) dimana beda sekitar 5 jam dengan Indonesia. Mata kriyep dan badan sedikit lunglai akibat jalan ga berenti di Melbourne sehari sebelumnya. Tapi travelling selalu menantang, apalagi begitu masuk ke dalam bandara udah aja disambut sama suara “BAAA…MOOOO…BAAAAA”. Hahaha kocak banget..ini beneran sudah di New Zealand pikir gw, dimana jumlah domba dan sapi lebih banyak dari jumlah orang.😛. Sebelum bisa keluar dari imigrasi, gw sempet dipanggil sama ibu-ibu imigrasi buat ditanya macem-macem. Dia curiga pas liat paspor ijo gw, kamfret bener pikir gw. Mulai deh beberapa pertanyaan keluar :

“Kenapa pengen ke NZ dan knapa bukan keliling OZ aja?”

“Sama siapa nanti jalan-jalannya?”

“Itinerary kamu gimana?”

“Punya temen asli orang NZ atau pacar orang NZ?” (dia curiga gw punya pacar disini dan ga balik ke Indo)

“Kenapa koper gw cuma kecil aja?”

“Bawa apa aja?bawa rokok?”

Grrr sebel banget dikepoin..hahaha!!

Tapi gw jawab aja sebutuhnya sembari senyum dan ga grogi. Setelah selesai si Ibu mempersilahkan gw melenggangkan kaki ke luar. Yihaaaa KIA ORA..

Mata kriyep karena emang masih subuh, belum ada bus atau kendaraan apapun menuju kota. Alhasil, gw ngedeprok di lantai dan tentunya deket kontak listrik demi men-charge kamera yang tinggal 2 batang lagi baterenya. Gw pikir sampe jam 8 lah baru itu gw cabut ke hostel. Karena ngantuk dan biasa ngegembel di bandara..akhirnya mulai jam 6 gw merebahkan badan di karpet bandara yang lumayan anget. Lagi enak-enaknya tidur, eh jam 7 dibangunin sama staf bandaranya, dibilangnya ga boleh tidur di bandara..jiaahhh!!terpaksalah bangun dan nunggu jam 8 dengan muka macam zombie.

Akhirnya jam 8.15 gw melenggangkan kaki ke tempat bus. Gw tanya sama bapak sopirnya, “Kalo mau ke Lincoln Rd gimana?” dan dengan baik hati sang sopir menjelaskan bahwa gw kudu naek bus orange line-Hashwell buat ke sana dari Central Bus Station, nah gw bayar NZD8 buat bus sampai ke Central Bus Station. Begitu bus keluar bandara, yang gw liat ini kota sepi banget, menurut cerita hari itu libur nasional masih dalam memperingati ANZAC Day. Tapi emang pagi itu gelap dan dingin juga. Mungkin males buat keluar rumah dan lebih memilih santai di rumah. Sekitar 15 menit aja dari bandara ke bus central station. Sepi banget itu central bus cuma ada 5 orang. Ahhh dingin rasanya, padaal pagi itu masih 13 derajat. Di Central Bus Station gw nunggu sekitar 15 menit. Update dipapan mengenai kapan bus menuju centra station cukup update dan terpercaya.

Akhirnya tepat jam 9, si bis Orange Line datang, dan gw naek, bayar NZD3.5 sambil bilang “bang, turunin aye yah di Jail Accomodation”. Dia bilang OK dan bus berangkat. Ga nyampe 7 menit, dia kasih kode ngedip mata, eh bukan kode lambain tangan nunjuk jail accommodation dan gw harus turun. Ternyata si hostel agak nyempil. Abis lapor sama mba-mba receptionist akhirnya gw nitip koper dan dia kasih tau kalo baru bisa masuk kamar jam 2 siang, jadi mending gw jalan-jalan dulu. Ini beneran asli jalan kaki dan random. Liat peta awalnya, tapi abis itu random aja..mpe nyasar-nyasar dikit.😛

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Menjelang siang udah itu agak naek suhunya ke 16 derajat. Yang paling gw ngebet kunjungin adalah Re:Start Mall. Tapi ini beberapa tempat yang kudu wajib dikunjungi di Christchurch (versi gw yah) adalah :

1. Hagley Park and Botanic Garden
Hagley Park adalah sebuah taman cantik ditengah kota Christchurch yang adem banget. Biasanya dijadiin tempat olahraga warga sekitar terutama lari, basket atau sekeda lari-lari bareng anjing. Di Hagley Park ini juga ada Botanic Garden yang wajib dikunjungi, isinya tentang berbagai macam tumbuhan dan Bunga yang pada umumnya ada di New Zealand. Kurang lebih mirip dengan Shinjuku Gyoen National Garden di Tokyo.

.2. Re:Start Mall

Mall yang udah gw sebut diatas tadi. Sebuah komplek mall yang dibangun dari container warna-warni yang menjadi salah satu lambang semangat baru warga Christchurch untuk membangun kembali kotanya, terutama mall yang sudah runtuh dengan bangunan anti gempa dari container tadi. Banyak barang yang ditawarkan, foodcourt yang menyajikan makanan enak juga.

3. Montreal Street
Sebenernya ini jalan biasa aja, tapi yang menarik hampir semua dealer mobil ada dijalan ini. Berjejer dengan menjajakan semua produk mobil masing-masing dengan harga terpampang baik untuk  mobil baru ataupun secondhand.

4. Cathedral Square
Ini dulu adalah lambang tersohor di kota yang terkenal sebagai “Garden City”. Di sini dulu berdiri sebuah Cathedral cantik yang cukup tua, tapi karena gempa yang melanda, sebagian bangunan ini hancur. Ketika gw berkunjung di Cathedral masih dikasih benteng seng dan masih dalam tahap perbaikan.

5. New Regent Street

Ini sebuah jalan dengan banyak bangunan tua yang cantik dengan warna pastel yang lembut. Di sepanjang jalan ini juga, si bangunan tua digunakan sebagai toko atau kedai makanan dengan suasana bersahabat. Konon, jalan ini sudah ada sejak 1932 dan pernah menjadi salah New Zealand’s Most Beautiful Street. Jangan lupa diujung jalan ada gerobak Gelato yang wajib dicoba.

6. Victoria Square
Ini sebenernya kaya tempat nongkrong di pusat kota dengan Sungai Avon mengalir di tengahnya. Sekarang tempat ini biasa dijadikan tempat nongkrong beberapa organisasi post-quake untuk sharing mengenai pembangunan kota yang ingin dilakukan. Selain itu, banyak juga food truck di tempat ini yang bisa dikunjungi. Karena kemarin pas gw berkunjung lagi libur, makanya agak sepi di sini. T_T

7. Quake City
Quake City letaknya di depan Re:Start Mall, ini kayak pusat infomasi yang dalam progress dibuat sebagai museum kecil dalam memperingati gempa 2011 itu. Isinya tentang semua yang terjadi waktu gempa 2011. Biaya masuknya cukup ngasih donasi NZD20. Bagus sih konsepnya cuma memang keliatan masih on progress.

8. Canterbury Museum
Letaknya tepat disebelah pintu gerbang Botanic Garden. Museum ini berisi tentang koleksi dari Julius Haast mengenai peninggalan bersejarah perjalanan kebudayaan antara Maori dan European di New Zealand. Masuknya sih gratis, ada kotak sumbangan untuk perbaikan yang juga menjadi korban genasan gempa 2011.

9. Cathedral Junction
Sebuah pusat perbelanjaan yang dekat dengan Cathedral Square.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sejak gempa sebesar 6.3 tahun 2011, beberapa bangunan memang terlihat hancur. Terlihat bahwa kota ini sedang mencoba kembali memulihkan diri. Untuk saat ini semua orang bener-bener sadar untuk selalu waspada dan mencoba meminimalisir akibat gempa yang mungkin menimpa kota ini lagi dikemudian hari. Pembangunan yang detil dan memperhatikan berbagai macam aspek dilakukan dengan gencar. Selain itu edukasi paska gempa pun masih terus dilakukan. Contoh yang hebat dan menginspirasi buat gw waktu jalan-jalan disana. Kita kudu waspada terhadap bencana dan kata-kata di Quake City yang menggugah gw adalah..

“Civilization exist by geological consent, subject to change without notice – Will Durant”

Sebenernya masih banyak yang bisa dikunjungi di kota ini. Sekedar jalan kaki menikmati art streetnya pun cukup menyenangkan. Dengan kota ini memang tipikal kota besar di South Island yang dipenuhi bangunan tua cantik dengan penduduk yang tidak padat. Udara yang cukup bersahabat, sekedar berjalan kaki menikmati ketenangan kota cukup menyenangkan (lagi-lagi kalo buat gw).😀

16 thoughts on “Christhchurch – Quake City

    1. Haha..telat banget taunya..udah lama perasaan..😁😁 ga pernah baca website nya..cuma itu ga tidur sih, numpang leyeh2 2 jam, tapi dibangunin dengan sopan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s