Menikmati Saigon [Kota Berjuta Motor]

Rasanya baru kemarin..tanpa arah tanpa peta yang jelas, (masih) tahun lalu gw menginjakan kaki di negeri Paman Ho. Penerbangan yang gw tempuh sekitar 1,5 jam dari Kuala Lumpur. Hari itu tepat tanggal 14 Februari 2014, seharusnya gw leyeh-leyeh di Bandung ngerayain Valentine..eeeittss tunggu..ga juga sih..ga pernah ngerayain Valentine juga. Jadilah hari itu pun biasa aja.😀

Mendarat di Tan Son Nhat dan mendapati bahwa bandaranya lebih bagus dari yang gw bayangin. Melenggang mudah di loket imigrasi tanpa ada pertanyaan sedikitpun. Berbekal 2juta Dong (1 juta rupiah) gw menikmati Saigon. Lucunya, baru kali ini ngambil uang di ATM, tapi yang keluar dalam bentuk pecahan 500rb, 100rb, 50rb dan 10rb. Sangat membantu sekali, karena gw pake bus menuju Ben Thanh Market yang ongkosnya cuma 5rb dong (setara sama 2500 rupiah). Kebayang dunk dimana harus nuker uang recehan??soalnya kondisi bandaranya tenang ga ada kios jualan juga.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Udara hari itu panas, panas banget malah..dan gw masih harus cari lokasi penginapan gw. Setelah naik bus dari bandara ke pusat kota selama 30 menit, akhirnya gw liat keramaian. Gw nyampe di terminal tengah kota tepat di depan Ben Thanh Market. Seharusnya, penginapan gw di sekitar situ tapi gw ga tau arahnya. Nanya beberapa orang disekitar situ dan ga ada yang bisa bahasa Inggris..jeng jeng!!Akhirnya muter-muter hampir sejam lebih sampe seorang pemuda baik menghampiri gw dan ngomong dalam bahasa Inggris yang terbata-bata. Akhirnya dia membantu gw untuk nyari penginapan gw, karena dia khawatir liat gw kayak anak ilang di tengah riuhnya Saigon..:p. Dengan bantuan si pemuda baik hati itu, akhirnya gw menemukan si penginapan yang dituju. Tanpa ngobrol panjang, dia bergegas pergi dan memperingatkan gw untuk hati-hati sama barang gw selama jalan di Saigon..ah bener-bener baik hati itu abang. Lalu tak lama dia berpamitan pergi karena sudah merasa selesai membantu gw. Gw hanya bisa berdoa supaya Tuhan membalas kebaikannya..yay!lebay yah..tapi bener-bener deh selalu ada orang baik kmanapun gw pergi. Jadi jangan pernah takut untuk pergi sendirian.😀

Setelah nyampe di Backpacker Hostel, gw bergegas check in dan booking trip ke Mekong dan Cu Chi Tunnel untuk 2 hari ke depannya. Setelah urusan beres, bergegas gw minta peta ke receipcionistnya..dan buru-buru city trip sendirian. Keliling kota sendirian, (lagi-lagi sendirian)😀 melihat kesibukan kota yang luar biasa. Ga perlu takut tersesat dan ga susah buat cari attraction point di kota ini. Kalo kita blank liat peta, tinggal ikutin aja kmana arus bule-bule jalan, sudah dapat dipastikan semua mengarah ke museum, gereja cathedral, dan tempat-tempat lainnya. Menyenangkan jalan di Kota Paman Ho ini, banyak taman-taman kota yang cantik dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi. Dan hampir semua taman dilengkapi dengan alat olahraga seperti yang kita lihat, dan itulah mungkin yang membuat gw jarang lihat penduduk asli yang “chubby”, semuanya ramping (iyah..gw sirik!!:P)

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Gw bukan orang yang bisa nulis detil apa yang gw liat. Cuma selama gw keliling ke kota Paman Ho ini, gw cukup terkesima, karena kota ini cukup modern. Jauh dari bayangan gw yang mikir bahwa ini bakal cuma kota tua bekas perang. Ada satu area dimana bangunan tua dibuat menjadi gemerlap dan disulap jadi toko-toko barang asal Eropa, seperti Louis Vuitton dll. Mallnya juga bagus dan lumayan mewah. Hotel megah di tengah kota juga banyak.Suasana kota menyenangkan siang dan malam. Dan merasa aman jalan sendirian di kota ini, selain itu emang murah banget semuanya. Enak aja buat sekedar nongkrong dan bersantai. Duduk di café, liat orang hilir mudik ditemani sebotol bir local cukup menghibur gw malam itu. Dan yang tentunya wajib dikunjungi adalah War Remnant Museum. Siapa yang ga pernah denger Perang Vietnam yang bisa bikin bulu kuduk merinding begitu masuk dan baca-baca kisah yang ada di museum ini. Masih banyak tempat yang bisa dikunjungi di sini. Jalan-jalan menikmati kota ini ga perlu waktu yang lama. Seharian muter-muter juga cukup. Puas dan gosong tentunya jalan seharian di sana. Tapi selalu jadi kepuasan sendiri. Jalan sendirian di negeri orang ga pernah menakutkan, kadang kita bisa jadi diri kita sendiri dan belajar banyak setelahnya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Yang paling menantang selama jalan-jalan di Kota ini adalah nyebrang jalan. Rasanya stress banget buat nyebrang jalan disini. Konon, jumlah motor disini lebih banyak dari jumlah penduduknya. Dan menurut gw itu bener. Cuma bedanya sama di Jakarta, kalo si motor ugal-ugalan dan hampir nabrak, baik si pengendara motor ataupun di penyebrang jalan kagak ada yang ngomel, semuanya maklum adanya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Masalah makanan, ah semua makanannya enak dan cenderung banyak sayurnya. Bener-bener cocok dilidah gw. Po Bho sejenis sup daging sapi yang seger dengan sayur yang banyak bener-bener harus di coba kalo berkunjung ke Vietnam.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jalan-jalan di Saigon bikin gw sadar hidup sehat, karena warga kota ini bener-bener rajin olahraga baik tua maupun muda. Dan makanan cemilannya sehat, yaitu sayur dan buah-buahan cukup mendominasi. Semoga kalian bisa ikut menikmati kota ini dan bisa dicoba untuk jalan-jalan ke sini.Cheers!

8 thoughts on “Menikmati Saigon [Kota Berjuta Motor]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s