S o r e I n i

Bingung rasanya membaca berita sore ini mengenai penyiksaan terhadap wanita dan berita mengenai kekerasan lainnya yang dialami oleh wanita. Banyak sekali kekerasan yang dilakukan terhadap kaumku.

Apakah salah Hawa karena dulu dia yang memetik buah itu?

Tapi tentunya saat itu hawa tidak merasakan banyak kesakitan yang dirasakan wanita saat ini.

Seharusnya setiap pria bisa mencintai wanita dan menghormatinya. Bukan melakukan kekerasan terhadapnya.

Kalo Bapakku bilang “Sesungguhnya pria tidak dapat berbuat apa-apa tanpa wanita dan setiap pria membutuhkan seorang wanita, sedangkan wanita bisa lebih kuat tanpa pria”. Dan sepertinya perkataan Bapakku benar.

Terkadang aku benci mendengar sebuah perkataan bahwa : “Pria memang diciptakan untuk mencintai banyak wanita dan kelemahan pria adalah wanita”. Ah itu hanya alasan pria saja dan menurutku bukan untuk pria baik-baik tentunya.

Apakah mereka melupakan Adam yang bisa mencintai hanya satu wanita saja dan tentunya betapa beruntungnya Hawa yang bisa merasakan utuhnya cinta Adam saat itu untuk dirinya. Tentu saja Hawa adalah wanita beruntung yang tanpa perlu merasa was-was pasangannya berselingkuh atau hanya sekedar flirting dengan wanita lain.

Buatku seseorang harus punya standard bukan? Jengah rasanya melihat pria dengan standar yang aneh, bisa kenalan dan flirting dengan banyak wanita dan lebih parah lagi bisa bercinta dengan banyak wanita. Entah aku tak mengerti pria seperti itu. Kalo aku terlahir menjadi seorang pria, mungkin aku terlahir menjadi pria yang sedikit selektif. Aku bisa berteman dengan siapa saja tapi tentu tidak flirting atau bercinta dengan siapa saja.

Mungkin benar kata orang tua jaman dulu, harus bisa melihat BIBIT, BOBOT dan BEBET. Dan aku sangat memegang hal tersebut. Dan pria yang berpendidikan baik dengan lingkungan yang baik tentukan akan bisa bersikap baik dan tidak akan sembarangan bersikap terhadap wanita. Apalagi sekedar flirting dengan wanita-wanita yang belum dikenalnya jelas lewat inet. Seorang pria yang baik tentu akan mencintai hanya seorang wanita, menjaganya dan menghormatinya selayaknya bersikap kepada ibunya. Mungkin untuk berkata kasar pun tidak bisa. Beda dengan marah untuk memperbaiki dan mengajarkan kebaikan kepada wanitanya ku rasa.

Sejujurnya, aku beruntung lahir dari keluarga sederhana yang tak pernah melihat orang tuaku dengan masalah seperti itu. Bapakku adalah sosok pria yang sangat mencintai keluarganya dan sangat mencintai ibuku dan Ibuku adalah sesosok wanita hebat dan kuat yang patuh terhadap suaminya. Setidaknya itulah yang terbentuk dalam benakku mengenai sebuah keluarga.

Wahai pria hentikan kekerasan dan kejahatan akan kaumku. Sesungguhnya kami bukan mahluk lemah yang bisa kalian perlakukan seenaknya.🙂

Hanya sebuah tulisanku saja, sedikit doa supaya hidup ini lebih baik dan menyenangkan tentunya.🙂

2 thoughts on “S o r e I n i

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s