R a s a

Rasa hatiku kadang bercampur antara senang dan sedih.

Semakin aku senang, semakin takut aku untuk bersedih.

Karena itulah hidup, saat kita senang mungkin cepat atau lambat kesedihan akan datang menghampiri.

Dan menjadi hal tersulit adalah menyeimbangkan kedua hal itu. Seperti yang kurasa malam ini. Waktu bersamamu adalah hal menyenangkan yang tak bisa dibayarkan oleh apapun. Tapi hati ini melukiskan kesedihan hanya karena satu kata dan beberapa cerita yang mungkin kau lupa untuk menyimpannya dan tidak perlu menceritakannya kepadaku.

Sekali lagi aku katakan, bahwa aku hanya manusia normal yang terlebih lagi seorang wanita.

Ketika aku kalah beragumen denganmu, bukan aku marah akan itu. Yang terbayangkan olehku, mungkin aku tak sebaik dia saat beragumen denganmu, mungkin aku tak sepintar dia yang pernah kau pilih.

Mungkin aku tak sebaik dia, aku tak bisa seperti dia dalam beberapa hal. Tapi setidaknya percayalah ada hati yang lebih baik yang bisa kuberikan padamu.

Hanya itu yang kupunya. Hal yang selalu orang tuaku ajarkan sejak kecil. Dimana aku bukan seorang anak yang lahir dari orang kaya, tetapi aku hanya seorang yang lahir dari keluarga sederhana yang penuh cinta kasih.

Aku hanyalah wanitamu yang berusaha selalu ada untukmu dan belajar untuk lebih baik. Belajar untuk setidaknya ada yang bisa kamu banggakan dari wanita sepertiku.

5 thoughts on “R a s a

  1. wahh sepertinya didalam rasa itu banyak ke egoisannya
    kalau menurut iwa supaya keduannya seimbang seharusnya hilangkan yang namanya egois.. emang sih kadang dalam pembicaraan suka ada ending yang tidak menyenangkan
    tapi tokoh si pria dalam cerita fiktif ini yang lebih sangat egios sepertinya

    1. terlalu mendeskreditkan pria yah mas..tapi kadang pria emang suka gitu..suka cerita masa lalunya..tapi kalo diceritain tentang masa lalu cewenya bt sendiri..no offense yah..:D

      1. emang kaya gitu mba ulan pria suka bangga sendiri menceritakan masa lalunya.. dan egoisnya ga mau dengerin cerita pacarnya.. mungkin sudah kodratnya gitu kali termasuk saya.. saya juga dulu kaya gitu sekarng sudah tidak lagi hehehe😀 coz menurut saya itu ga baik buat menjalin hubungan karena kita jadi tidak mengenal pacar kita.. seharusnya bisa saling terbuka agar bisa mengenal satu sama lain.. ya semoga saja pacar mba ulan bisa berubah dan bisa saling terbuka

      2. hahahaha😀 iya juga ya
        tapi terkadang kita harus belajar dari yang fiktif mba supaya ketika kenyataan seperti itu kita sudah tau jawabannya dan sudah tau apa yang harus dilakukan..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s