K i s a h m u

Kisahmu baru saja kudengar malam tadi. Serasa detak jantung ini berenti, deraian air mata mengalir dengan derasnya secara otomatis.

Kisahmu yang tak pernah kuduga sebelumnya, kisahmu yang seharusnya aku dengar dari mulutmu langsung. Dan kusesalkan mengapa aku harus mendengarnya dari orang lain.

Kisahmu yang membuat aku berpikir apakah yang terjadi sebenarnya saat itu? Aku bingung.

Tanya hatiku, apakah yang akan kau perbuat jika kisahmu itu adalah kisahku? Akankah kau bisa menerimaku seperti aku menerimamu saat ini.

Sesungguhnya tak ada penyesalan yang kurasa. Hanya saja setiap malam kisahmu menggangguku. Jika harus memilih, aku lebih baik tidak ingin aku mendengarnya.

Bukan cintaku akanmu berkurang, tetapi aku tak sanggup membayangkan kisahmu itu.

Ingin kuabaikan kisahmu tetapi sulit.

Kisahmu yang hingga saat ini tidak bisa aku terima. Kisahmu yang membuat aku merasa sangat kecil artinya untukmu dibanding akannya.

Kisahmu yang membawaku akan tuduhan jahat akanku saat ini. Tuduhan dan hinaan yang terlontar dari mereka akan kisahmu terkadang menyakitkanku. Ketika aku mendapatkan itu kadang aku tidak sanggup mendengarnya. Karena aku tidak mengerti sejak awal akan kisahmu.

Sekali lagi bukan perasaan ini berkurang terhadapmu, akan tetapi ingatlah aku hanya wanita yang lemah dan rapuh. Jika aku mengeluh akan kisahmu bukan beban yang ingin aku berikan padamu, tetapi aku hanya ingin membagi rasa yang menyesak didadaku. Aku butuh kata2 tegas akan kisahmu. Mungkin aku egois, tapi aku butuh kehangatanmu, ketika jahatnya kata2 mereka membunuhku perlahan.

Aku hanya berharap, kisahmu segera berakhir. Dan tidak akan muncul lagi mengganggu kisah kita nanti.

Ingatlah kisah ku denganmu. Walau tak seindah kisahmu itu tapi aku berusaha seperti yang aku bisa.

Aku adalah wanita yang terus belajar membuang kisahmu, walau terkadang jatuh lagi pada kesalahan yang sama dengan mengingat akan kisahmu. Aku hanya berharap aku mendengarkan kisahmu yang sesungguhnya. Dan jika tak sempat kau ceritakan kisahmu padaku. Biarlah. Simpanlah kisahmu, mungkin memang aku tidak perlu mengetahuinya dan biarlah menjadi kisahmu akanmu selamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s